Berita Terkini
Buteng

Wisata Gua Bawah Air, Jadi Pembeda Buteng dari Daerah Lain

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 17 Desember 2018 16:07 WIB · 3 menit baca
Wisata Gua Bawah Air, Jadi Pembeda Buteng dari Daerah Lain

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) punya cara jitu menggaet wisatawan nasional maupun manca negara untuk berkunjung ke daerah yang dikenal negeri seribu gua itu. Cara jitu tersebut yakni membuat diferensiasi atau pembeda terhadap wisata yang ada, sehingga terkesan unik bagi para wisatawan.

Kadis Pariwisata Kabupaten Buteng Safrin ST Par, mengatakan pihaknya sangat menyadari jika potensi wisata yang ada di Buteng seperti keindahan pantai, panorama alam, maupun gua juga dimiliki daerah-daerah lain, baik daerah yang berdekatan maupun jauh.

"Kita belum bisa sebutkan potensi pariwisata di Kabupaten Buteng ini luar biasa dari daerah-daerah lain. Karena hampir semua potensi pariwisata yang ada di Buteng ini juga dimiliki daerah-daerah lain. Bicara gua, ada gua yang lebih wow di Kabupaten Muna. Bicara pantai, Baubau juga tidak kalah indah dengan Pantai Nirwananya," ungkapnya.

Maka itu, diferensiasi wisata atau pembeda destinasi wisata di Kabupaten Buteng dengan daerah lainnya sangat penting. "Wisatawan itu datang dari satu destinasi ke destinasi wisata lainnya hanya mencari pembeda yang unik. Utamanya aspek culture atau sosial budaya di daerah tersebut," terangnya.

Hal ini diperkuat dengan data Kementerian Pariwisata, jika porto file wisatawan yang masuk ke Indonesia itu 65 persen karena budaya, sementara potensi alam hanya 30 persen, dan lima persennya wisata buatan.

"Memang secara kasat mata, kita hanya melihat wisatawan datang karena ingin melihat keindahan alam, gua, maupun panorama bawah laut. Bandingkan saja Raja Ampat yang memiliki keindahan alamnya dengan Bali yang menyuguhkan sosial budayanya, wisatawan cenderung memilih Bali. Ditambah lagi Bali juga memiliki banyak pesona alam yang tidak kalah indah," terang Safrin.

Dirinya melihat, yang bisa menjadi pembeda dan keunikan di Kabupaten Buteng dibanding daerah lainnya adalah Cave Dive atau penyelaman dalam gua, seperti wisata Gua Loba-Loba di Pantai Desa One Waara. Gua dalam laut yang bisa tembus ke salah satu permandian di desa tersebut.

"Masih banyak pula gua-gua dalam air lainnya seperti di Oe Mamba, Topa Sohi gua bawah laut di Desa Bungi Kecamatan Mawasangka Timur, Gua air Inoli di Desa Lalibo, Kecamatan Mawasangka Tengah, dan danau lainnya yang memiliki gua di dalamnya," bebernya.

Safrin menuturkan, disamping komunitas penyelam Indonesia, mereka yang menjelajahi gua-gua bawah laut dan danau di Buteng tersebut rata-rata orang asing. Seperti penyelam dari Thailand yang merupakan master instruktur Cave dive, sudah empat kali datang di Buteng. Sebelumnya lagi ada enam penyelam dari Malaysia menyelami Gua Loba-Loba.

"Kita akan melakukan identifikasi gua-gua bawah laut dan danau yang ada di Kabupaten Buteng. Kalau semua potensi gua bawah laut dan danau tersebut dipetakan dan dijamin keselamatannya, baru kita akan menjualnya ke luar. Cave Dive ini sangat unik dan masih terbilang nol koma sekian persen di Indonesia," tandasnya.

Potensi wisata penyelaman gua bawah laut dan danau ini, kata dia, pasarnya di luar negeri

dan dampaknya pasti bagus untuk Kabupaten Buteng. "Bicara pariwisata, pendapatan langsung maupun tidak langsungnya itu adalah manca negara," pungkasnya.(uzi)