Dukung Usaha Kepariwisataan, Dispar Buteng Latih Pengusaha Rumah Makan dan Hotel

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Untuk meningkatkan pengetahuan para pelaku usaha rumah makan dan hotel yang mulai berkembang di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Dinas Pariwisata (Dispar) setempat menggelar pelatihan kewirausahaan pengelolaan usaha dan industri pariwisata di salah satu hotel di Lakudo, Rabu (19/12/2018).
Pelatihan kewirausahaan yang digelar sehari itu, dibuka Asisten III LM Mursal Zubair mewakili bupati dan dihadiri General Manager Zenit Hotel Kendari, Baso Rani, selaku pemateri bersama Kadis Pariwisata Buteng Safrin. Peserta diikuti puluhan pengelola rumah makan dan hotel serta usaha pendukung pariwisata lainnya.
Asisten III Mursal Zubair dalam sambutannya mengatakan, dampak sektor pariwisata berpeluang dapat berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi jika jumlah kunjungan wisatawan semakin tinggi, sektor pariwisata menjadi insudtri paling mudah dan murah untuk menghasilkan devisa.
"Pembangunan pariwisata baik sarana dan prasarana maupun sumber daya manusianya harus terus didorong, karena dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta ikut andil menghapus kemiskinan di masyarakat," tuturnya.
Saat ini, Pemkab Buteng terus menggenjot aksesbilitas menuju berbagai destinasi wisata yang ada. Berbagai sarana dan prasarana seperti jalan dan fasilitas pendukung lainnya diupayakan merata di seluruh kecamatan dan pelosok Buteng sebagai langkah dalam mendukung sektor pariwisata.
Mursal menerangkan, pembangunan fasiltas dan infrastruktur yang tersu digenjot pemerintahan Samahuddin-La Ntau (SamaTau) hari ini, bukan berarti mengabaikan pembangunan sumber daya manusia sebagai subyek pembangunan.
"Kegiatan yang digagas Dinas Pariwisata hari ini, menjadi salah satu bukti pemerintahan SamaTau tetap konsen dalam meningkatkan pembangunan sumber daya manusia masyarakat Buteng. Termasuk pelatihan kewirausaan para pelaku usaha rumah makan dan hotel yang dilaksanakan saat ini," jelasnya.
Menurutnya, salah satu faktor kunci agar wisatawan tetap betah berlama-lama di Buteng, bukan hanya karena fasilitas hotel dan rumah makan yang mewah, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas pengelolaan usaha tersebut dan pelayanan yang baik terhadap tamu.
Mantan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa ini membeberkan, berdasarkan data terakhir ada kurang lebih 10 hotel dan penginapan dengan 26 karyawan yang ada di Buteng. Sementara rumah makan berjumlah sekitar 23 dengan 62 karyawan.
Pihaknya menyadari, hampir semua hotel, penginapan dan rumah makan masih dikelola dengan sistem dan manajemen tradisional. Sehingga dengan adanya pelatihan kewirausahaan diharapkan peserta selaku pengelola bisa melakukan pembenahan sistem dan manajemen pengelolaan usaha dan industri yang baik.
"Kami juga membuka ruang, siap bekerja sama dengan semua pihak untuk mengembangkan dan menjalankan bersama program-program pemberdayaan yang dapat memberikan dampak nyata dan berkesinambungan. Pemerintah daerah juga siap memfasilitasi jika ada investor dan pengusaha hotel atau rumah makan yang ingin mengembangkan usahanya di Kabupaten Buteng," pungkas Mursal.
Kadis Pariwisata Kabupaten Buteng Safrin mengatakan, diperlukan kerja sama dari semua pihak dalam mengembangkan dan penguatan kepariwisataan di Kabupaten Buteng. Salah satunya para pengelola rumah makan dan hotel yang diikutkan pelatihan kewirausahaan pengelolaan usaha dan industri pariwisata.
Maka itu, ia berharap kepada peserta pelatihan agar benar-benar memanfaatkan kesempatan dalam menggali ilmu dan pengetahuan praktis yang berguna untuk mengembangkan usahanya.
"Tamu atau konsumen tentu menginginkan pelayanan yang terbaik, karena mereka juga mempunyai pilihan yang semakin banyak apabila mereka tidak merasa aman, nyaman dan yakin pada suatu pilihan. Bapak dan ibulah yang memiliki peran strategis dalam menentukan tinggi dan rendahnya tingkat kunjungan tamu dan wisatawan di daerah kita," terang Safrin.
Mantan Kabag Ekonomi Setkab Buteng ini menambahkan, 2019 nanti pelatihan-pelatihan pengembangan sumber daya manusia kepariwisataan akan terus dilakukan dan ditingkatkan. Disamping melalui dana APBD, Dispar juga mendapatkan bantuan pengembangan SDM kepariwisataan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Rp 500 juta.
"Total anggaran DAK bidang pariwisata jika digabung dengan DAK fisik, berjumlah Rp 4,1 miliar. Ditengah menurunnya beberapa bantuan DAK bidang lainnya yang dipengaruhi beberapa faktor, justru DAK bidang pariwisata di Kabupaten Buteng meningkat hampir tiga kali lipat dibanding 2018 yang hanya berjumlah Rp 1,5 miliar," tutup Safrin.
Sementara, General Manager Zenit Hotel Baso Rani, selaku pemateri pelatihan mengatakan untuk mendukung sektor kepariwisataan pelaku usaha dan industri memulai bisnisnya dengan perencanaan yang baik. Sebab, kalau sudah dari awal direncanakan dengan baik, maka kedepannya akan semakin bagus pengelolaannya.
"Kami melihat rata-rata pengelola rumah makan di Buteng ini tidak tahu berapa pemasukannya per tahunnya. Padahal sudah digelutinya selama bertahun-tahun. Sampai sekarang pun tidak tahu berapa pemasukannya. Pemasukan saja tidak tahu, apalagi pengeluarannya. Sehingga kita pastikan tidak tahu juga kapan lembali modalnya," terangnya.
Dengan kondisi tersebut, dirinya akan memberikan materi bagaimana manajemen pengelolaannya agar bisa berjalan sesuai perencanaan termasuk standar pelayanan yang baik dari pengelolaan rumah makan maupun hotel.
"Pelayanan ini juga penting, supaya tamu bisa puas dan mau datang lagi. Kita berinvestasi usaha dan industri pariwisata ini tujuannya untuk kepuasan orang lain. Biar investasi kita besar, tapi standar pelayanan tidak dimenej dengan baik percuma juga. Kita buat bisnis bukan hanya untuk kita, tapi juga untuk kepentingan orang lain," tandasnya.
"Tamu yang datang itu harus dibaik-baikin, karena mereka ibarat urat nadi bagi pelaku bisnis. Kalau urat nadi terputus, sudah pasti tidak akan hidup dan berjalan dengan baik bisnisnya," pungkasnya.(uzi)