Berita Terkini
Muna

20 Kilometer Jalan Nasional di Mubar Teraspal

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 27 Desember 2018 16:46 WIB · 2 menit baca
20 Kilometer Jalan Nasional di Mubar Teraspal
Karimin

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Lobi-lobi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terbilang sukses. Betapa tidak, jalan poros Lagadi-Tondasi yang dinaikan statusnya dari jalan provinsi menjadi jalan nasional sudah hampir semua teraspal.

Tersisa sekitar kurang lebih 2 kilometer lagi yang belum teraspal. Namun, Pemkab Mubar menargetkan tahun 2019 sisa jalan poros tersebut sudah akan diaspal.

"Lanjutan pekerjaan jalan poros Lagadi-Tondasi, tahun depan dikerja. Tersisa sekitar 2 kilometer lagi yang harus diselesaikan. Tahun ini hanya sekitar 20 kilometer yang sudah diaspal," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mubar, Ir Karimin.

Kata dia, postur anggaran penuntasan jalan itu sudah jelas masuk dalam APBN. Tinggal menunggu proses pekerjaan lanjutan untuk tahun anggaran berikutnya. Sejak tahun 2016 lalu, jalan ini berubah status dari jalan provinsi menjadi jalan nasional.

"Naik statusnya menjadi jalan nasional dari tahun 2016 lalu. Kita usulkan langsung kepada Kementerian PUPR, dan syukur diterima. Jadi sekarang jalan poros Lagadi-Tondasi sudah menjadi tangguh jawab negara," katanya.

Sisa pengaspalan yang harus diselesaikan di tahun 2019 nanti itu mulai dari Tugu Sapi di Desa Lakalamba sampai Desa Wandoke, Kecamatan Tiworo Kepulauan (Tikep). Jalan tersebut tidak pernah disentuh semenjak daerah ini masih bergabung dengan Kabupaten Muna.

"Nanti setelah kita mekar baru diberikan sentuhan. Hal ini tidak terlepas dari jeripayah Pemkab Mubar dalam memperjuangkan kondisi jalan itu yang selama ini sudah rusak parah. Selama ini masyarakat yang melintasi poros Lagadi-Tondasi, selalu mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah. Sekarang sudah diperbaiki," pungkasnya.

Karimin menyebutkan, panjang jalan yang naik status tersebut 37 kilomter. Dari total volume tersebut yang teraspal sudah 20 kilomter, meliputi 15 kilometer poros Wandoke-Tondasi, dan 5 kilometer poros Lagadi-Marobea. Jika sudah tuntas semua, artinya sisa 2 kilometer sudah ikut diaspal, maka jalan nasional yang masuk wilayah Mubar sudah posisi aman.

"Aspal yang digunakan hotmiks. Jalan ini akan mendukung operasi Dermaga Feri Tondasi. Kalau bagus kondisi jalanan, pasti banyak yang tertarik lewat Feri Tondasi. Apalagi kapalnya sudah ada yang menghubungkan Sikeli-Bira," tuturnya.

Bukan hanya jalan nasional yang menjadi perhatian Pemkab Mubar, jalan provinsi pun tidak luput dari pantauan mereka. Namun untuk jalan provinsi tidak ada masalah. Untuk jalan provinsi, poros Lagadi-Lindo hanya sedikit yang rusak.

"Kalau jalan provinsi kita sudah usulkan pemeliharan. Itu pun hanya sekitar 500 meter yang rusak, tepatnya bagian Desa Katobu, Kecamatan Wadaga. Untuk jalan provinsi, panjangnya sekitar 16 kilometer dari Lagadi-Lindo," tukasnya. (p5)