Berita Terkini
Muna

Baliho Menjamur dan Intens Berkunjung, Signal Rajiun Maju di Pilkada Muna

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 30 Agustus 2019 15:55 WIB · 2 menit baca
Baliho Menjamur dan Intens Berkunjung, Signal Rajiun Maju di Pilkada Muna
Baliho Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada yang dinilai melecehkan tagline Mai Te Wuna.

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Bupati Muna Barat (Mubar) LM. Rajiun Tumada, aktif melakukan kunjungan di Kabupaten Muna. Kehadiran orang nomor satu Mubar di bumi Sowiteku itu atas undangan masyarakat Muna yang dikemas dalam bentuk silaturahmi.

Kamis (29/8) mantan Kasatpol PP Sultra itu, menghadiri undangan masyarakat kelurahan Wamponiki, Kecamatan Katobu. Rajiun itu disambut hangat ratusan masyarakat dari kelurahan tersebut.

Diacara itu Rajiun orasi masalah penataan pembangunan infrastruktur daerah. Katanya, sebagai seorang pimpinan dalam hal ini bupati harus paham pola penataan infrastruktur daerah. Arah pembangunan harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

"Saya contohkan di Mubar. Saat ini Mubar tengah giat-giatnya menata pembangunan infrastruktur. Kita bukakan akses jalan yang dapat menghubungkan antara daerah atau kecamatan. Akses itu sangat menunjang perekonomian masyarakat," katanya.

Menurutnya, ada tiga tugas utama bupati, yakni urusan administrasi pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kemasyarakatan seperti kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Jika bupati paham mengenai penjabaran tugas, maka semua kepentingan masyarakat dan daerah terpenuhi.

"Tiga hal itu yang saya utamakan dalam memimpim Mubar sebagai bupati. Dari segi pendidikan Pemkab Mubar mengalokasikan anggaran pemberian seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru (PDB). Untuk kesehatan penataan Puskesmas dan peningkatan pelayanan kesehatan," bebernya.

Sering munculnya Rajiun di Muna, sebagian masyarakat mengkait-kaitkan karena ada kepentingan Pilkada Muna 2020 mendatang. Apalagi balihonya sudah menjamur di seluruh pelosok Kabupaten Muna. Mirisnya baliho yang bertuliskan "Mai Te Wuna" dan "Amaimo Pada" ini jadi momok bagi Pemerintah Kabupaten Muna.

Dibawah pimpinan LM. Rusman Emba sebagai bupati Muna, memerintahkan kepada anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Muna untuk menertibkan baliho. Karena dinilai tulisan Mai Te Wuna dan Amaimo Pada ini bentuk provokasi. Pemkab mengklaim bahwa Mai Te Wuna merupakan tagline Pemkab Muna.

Bagi Rajiun tindakan Pemkab Muna dengan menertibkan baliho itu bentuk keresahan. Mereka beranggapan bahwa Rajiun salah seorang yang cukup berbahaya dan kuat untuk kedepan.

"Saya hanya minta baliho yang dipajang oleh masyarakat itu jangan dijadikan sebagai saingan ke depan. Muna dan Mubar ini hanya dipisahkan secara administrasi. Tetapi secara adat dan budaya kita satu kesatuan yang utuh di bawah pilar Fatoghoerano. Makanya kita jangan pecah hanya karena momen demokrasi," tuturnya.

Mubar ini lahir dari Muna. Ibarat ibu dan anak. Mubar masih butuh suplai energi, nutrisi dan vitamin. Jangan dijadikan saingan. "Mari kita bersaing sehat. Tidak saling menjalimi. Muna dan Mubar itu hanya berbeda pemerintahan. Tetapi kalau dari segi bahasa adat dan budaya, tidak ada perbedaan," terangnya. (p5)