Berita Terkini
Muna

Soal Baliho, Rusman Imbau Masyarakat tidak Terhasut!

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 30 Agustus 2019 16:28 WIB · 2 menit baca
Soal Baliho, Rusman Imbau Masyarakat tidak Terhasut!
Baliho Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada yang dinilai melecehkan tagline Mai Te Wuna.

PUBLIKSATU, MUNA - Bupati Muna, LM Rusman Emba menghimbau agar masyarakat tidak terhasut atas segala bentuk provokasi yang sengaja dibuat-buat terkait dengan penertiban baliho bertuliskan Mai Te Wuna.

Kata Rusman, baliho milik Rajiun itu tetap akan ditertibkan sesuai dengan hasil rapat Forkopimda. Karena dinilai bisa berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyatakat. Ia juga menaruh harapan pada para pemimpin di Muna Raya bisa menjadi panutan dan pengayom sehingga dapat menciptakan kedamaian di tengah masyarakat.

"Jangan hadir membawa provokasi yang bisa menimbulkan perpecahan. Masyarakat harus pandai-pandai dan jangan mudah terhasut," imbaunya.

Mantan senator DPD-RI menyayangkan sikap Rajiun yang coba menghalang-halangi Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) saat melakukan penertiban baliho yang menggunakan tulisan Mai Te Wuna. Penghalangan itu bukti Rajiun tidak paham tentang pemerintahan. Menjadi lucu, ketika Rajiun yang nota bene adalah Bupati Muna Barat (Mubar) melakukan intervensi pada apa yang dilakukan Pemkab Muna. Apalagi, sampai membawa gerbong Aparatur Sipil Negaranya (ASN).

Rusman menegaskan ingat, kapasitas Rajiun di Muna adalah masyarakat. Sebagai masyarakat tentunya harus mengikuti aturan main yang diterapkan pemerintah. "Jadi saya ingatkan saudara Rajiun jangan bawa arogansinya di Muna sampai melakukan intervensi," tegas Rusman.

Ia sama sekali tidak panik ataupun takut dengan rencana Rajiun yang akan bertarung di Pilkada Muna 2020 nanti. Ia hanya menekankan agar Rajiun menggunakan cara berpolitik santun tanpa harus mengadu masyarakat yang dapat mengganggu stabilitas keamanan daerah. Bicara aksi penolakan penertiban baliho, bukan dari masyarakat Muna.

Buktinya, lanjut Rusman, yang hadir adalah pejabat Mubar mulai dari sekda, kepala dinas, kabid hingga honorer Sat Pol PP. "Lagi-lagi saya ingatkan saudara Rajiun, jangan menciderai nilai-nilai demokrasi dengan membawa-bawa nama masyarakat. Muna ini damai, jangan mau ciptakan konflik. Kalau mau maju di Muna silahkan, tapi taatilah aturan," ungkapnya.

Ia juga menghimbau pada simpatisan dan masyarakat agar menahan diri serta tidak terpancing dengan kesewenang-wenangan yang tengah dipertontonkan untuk merebut empati. "Jangan ada yang terpancing, tetap jaga stabilitas daerah," imbaunya. (cr1)