Buton Tengah, Tahun Baru Islam Dibuat Lebih Meriah dari Tahun Baru Masehi

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Menyandang status sebagai daerah agamis dan lumbung para ulama, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) bersama Kementerian Agama (Kemenag) setempat akan membuat penyambutan tahun baru islam lebih meriah dari pada tahun baru masehi di Kabupaten Buteng pada tahun-tahun mendatang.
Hal itu ditegaskan Wakil Bupati (Wabup) Buteng Kapten Inf (Purn) La Ntau, didampingi Kepala Kemenag Kabupaten Buteng Muchtar SAg MA usai melepas pawai taaruf tingkat Kabupaten Buteng dalam menyambut tahun baru islam, 1 Muharram 1441 Hijriyah, di halaman kantor bupati, Selasa (3/9).
Menurut La Ntau, untuk memeriahkan penyambutan tahun baru islam di Kabupaten Buteng sebaiknya jangan hanya dilaksanakan pawai ta'aruf yang hanya terlihat seremonila saja, tetapi harus diisi dengan berbagai kegiatan lomba keagamaan agar terkesan lebih meriah. Bila perlu dibuat semeriah mungkin dari pada menyambut tahun baru masehi selama ini.
"Kalau penyambutan tahun baru islam mau lebih meriah, tentu kita harus tunjang dengan pengalokasian anggaran. Didalamnya ada kegiatan lomba keagamaan, istighozah dan zikir akbar, hingga mendatangkan penceramah kondang. Pawai taa'ruf pun harus lebih banyak pesertanya sehingga menjadi pawai akbar, karena tingkat kabupaten," katanya.
Apalagi Kabupaten Buteng sendiri merupakan daerah yang 97 persen penduduknya adalah muslim. Sisanya agama lain yang selama ini hidup rukun dan berjalan dengan harmonis. Kerukunan antar umat beragama ini pula, kata La Ntau, harus terus dipertahankan dengan baik.
Ia berpesan, tahun baru hijriyah sebagai momen bersejarah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah ke Madinah tersebut, hendaknya dijadikan sebagai evaluasi untuk mengaktualisasikan perubahan-perubahan yang lebih baik lagi dalam diri sendiri, kelompok sosial, terlebih dalam pemerintahan Kabupaten Buteng.
Senada dengan Wabup, Kepala Kemenag Buteng Muchtar SAg MA mengatakan, penyambutan tahun baru islam seharusnya lebih meriah dari pada menyambut tahun baru masehi. Sebab, masyarakat Kabupaten Buteng mayoritas islam dan dikenal agamis.
"Kita berharap peringatan tahun baru islam dengan melaksanakan pawai taaruf seperti ini, dapat membangkitkan spirit dan motivasi bagi kita semua untuk selalu menjaga kebersamaan dan ukhuwah, terutama Pemkab Buteng dan Kemenag untuk selalu bersinergi dengan baik dalam mengantarkan Kabupaten Buteng sebagai daerah yang berkah," tuturnya.
Menurutnya, dengan peringatan menyambut tahun baru islam maupun peringatan hari-hari besar islam lainnya bisa menjadikan gairah seorang muslim untuk mengamalkan ajaran agama dan kesadaran dalam beragama. Apalagi dalam kondisi bangsa seperti saat ini, perlu adanya toleransi dan kebersamaan antar umat beragama.
Amatan media ini, pawai taaruf menyambut tahun baru islam tingkat Kabupaten Buteng tersebut diikuti barisan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, majelis taklim, KUA kecamatan, dan OPD. Barisan pawai dilepas Wabup La Ntau dengan diiringi drum band menyusuri jalan Kelurahan Lakudo.(uzi)