Berita Terkini
Buteng

Samrin Tepis Isu Bangun Gerakan Calon Sekda Harus Putera Daerah

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 5 September 2019 14:33 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Samrin Tepis Isu Bangun Gerakan Calon Sekda Harus Putera Daerah
Samrin Saerani

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Kepulangan calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Samrin SPd MPd, ke kampung halaman Kelurahan Lanto, Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng) dan kunjungannya di rumpun Mawasangka lainnya beberapa kali terakhir ini, diisukan turun mempengaruhi masyarakat untuk membangun gerakan calon Sekda Buteng harus putera daerah.

Dengan membangun opini mengutamakan putera daerah, akan ada desakan dari masyarakat untuk mempengaruhi bupati agar memilih Sekda Buteng dari putera daerah. Apalagi, dari tiga nama yang lolos hanya Samrin putera daerah Buteng. Dua lainnya dari pejabat ASN Kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Selatan (Busel).

"Jangankan mau menggerakan masyarakat, niat dan pikiran pun tidak pernah terlintas di benak saya untuk mempengaruhi masyarakat agar bupati memilih Sekda Buteng harus putera daerah. Saya kaget saja ditelpon bupati bahwa ada laporan saya pulang kampung pengaruhi masyarakat," ungkap Samrin di kantornya, Rabu (4/9).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buteng ini mengaku, kepulangannya di kampung karena memang ada kedukaan dan undangan pesta keluarga. Bukan sengaja pulang menggerakan dan mempengaruhi masyarakat agar bupati memilih Sekda Buteng dari putera daerah sendiri.

Maka itu, Samrin menegaskan jika nantinya ada gerakan atau demo mendesak bupati untuk memilih Sekda Buteng dari putera daerah bukan atas pengaruh dirinya seperti yang diisukan. Kalau pun misalnya ada, berarti dari gerakan masyarakat itu sendiri.

"Kalau saya itu terserah bupati mau memilih yang mana dari tiga nama tersisa, karena itu hak prerogatif bupati. Sebab, tiga nama yang sudah dikantongi bupati sudah layak menjadi Sekda Buteng. Saya tidak dipilih pun nantinya, tidak ada masalah dan menerimanya dengan lapang dada," tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Buteng H Samahuddin menegaskan dalam lelang jabatan Sekda Buteng tidak ada yang namanya lolos karena putera daerah. "Kalau ada unsur seperti itu (putera daerah, red), tidak perlu ada seleksi terbuka. Cukup saja bawa KTP-nya lalu saya tunjuk yang mana, tidak perlu ada tim pansel dan assesor sebagai penguji," pungkasnya.

"Namanya saja seleksi terbuka. Mau dari mana saja calon sekda itu, yang penting dia bisa kerja dan bekerja sama dengan bupati. Jujur dan ikhlas, loyal kepada atasan, disiplin, dan menguasai tata kelola pemerintahan dengan baik," kunci Samahuddin.(uzi)

Bagikan