Pilkada Muna: Dua Kekuatan Besar Berebut PDIP
Bagikan

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Tahapan pemilihan bupati Muna, sudah tidak lama lagi. Sejauh ini baru satu partai yang membuka penjaringan bakal calon kepala daerah, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Menariknya ada dua kekuatan besar yang mengincar partai lambang moncong putih itu, yakni Bupati Muna LM. Rusman Emba dan Bupati Muna Barat (Mubar) LM. Rajiun Tumada.
Belum ada gambaran jelas kepada siapa partai besutan Megawati Soekarno Putri itu menjatuhkan pilihan. Namun, para pendaftar tentu berlomba untuk memperebutkan partai tersebut sebagai salah satu kendaraan politiknya untuk bertarung di Pilkada Muna mendatang.
LM. Rajiun Tumada, optimisi ada peluang mendapatkan rekomendasi dari pembesar PDIP untuk dijadikan payung politiknya di Pilkada Muna. Keyakinan orang nomor satu di Mubar itu bukan tanpa alasan. Kata dia, jika PDIP hanya memprioritaskan kader pada pemilihan nanti, berarti tidak perlu membuka penjaringan balon bupati.
"Kalau PDIP memprioritaskan kader, tidak perlu membuka penjaringan. Kalau dibuka berarti ada peluang yang sama dengan balon lain yang di luar kader. Makanya kita juga memburu peluang itu," ungkapnya.
Dalam struktur kepunggurusan partai Bupati Muna LM. Rusman Emba, masuk sebagai komposisi pengurus dengan jabatan sebagai Ketua Bapilu PDIP Sultra. Ia juga telah mendaftarkan diri di PDIP, namun bagi LM. Rajiun tidak mengendorkan niat untuk berebut rekomendasi dari partai tersebut.
Apalagi lanjut dia, ada penyampaian dari pihak partai bahwa pada pemilihan umum (Pemilu) lalu di Kabupaten Muna, PDIP tidak memenuhi target 25 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Berarti butuh dorongan dan kekuatan untuk membesarkan partai hingga mencapai target.
"Saya ini memiliki konsep yang sama dengan yang lain. Sama-sama siap membesarkan partai. Kalau partai berpikir hanya untuk kader seperti ketua Bapilu, tidak perlu membuka penjaringan. Tapi ini kan membuka diri secara terbuka. Berarti punya peluang yang sama walaupun di luar kader," katanya.
Untuk mendapatkan kekuatan besar, Rajiun tidak hanya melirik PDIP. Tapi semua partai akan diincar untuk mendapatkan dukungan. Hanya saja partai lain belum membuka penjaringan balon bupati. Jika semua partai sudah mulai melakukan penjaringan, maka ia akan ikut mendaftarkan diri.
"Jelasnya nanti kita lihat hasil akhirnya. Semua itu ada enjeru time. Yang penting kita ikuti proses dan aturan main partai. Setiap partai itu pasti ada komunikasi politik, apapun ceritanya ada lobi-lobi. Kita juga pasti akan memainkan peran," ujarnya.
Menurutnya, penjaringan balon ini baru tahap pertama, masih ada lanjutan proses sampai tingkat pusat. Bahkan bisa jadi ada program tambahan. "Kita akan ikuti semua mekanismenya. Setiap partai ada AD/ART yang harus kita patuhi," terangnya.(p5)