Isak Tangis Warnai Kepulangan Dua Jenazah Korban Demo di Kendari

PUBLIKSATU, MUNA - Dua jenazah, Randy dan Mumamad Yusuf Kardawi, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang meninggal dunia akibat luka tembak saat aksi demonstrasi menolak rencana pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di gedung DPRD Sultra, tiba di kediamanya masing-masing.
Jenazah Randi tiba di rumah di Desa Lakarinta, Kecataman Loghia, Kabupaten Muna sekitar pukul 08.30 Wita. Sementara Yusuf tiba di Desa Laimpi, Kecamatan Kabawo sekitar pukul 14.00 Wita.
Isak tangis keluarga pecah saat jenazah diturunkan dari mobil ambulance.
Ayah Rendi, La Sali dan ibunya, Nasria terus meronta tak menyangka anak lelaki satu-satunya itu harus pergi begitu cepat. Untuk naik ke rumahnya, keduanya dipapah. Adik perempuannya terlihat pingsan. "Dimana Polisi yang tembak anak itu," teriak La Sali.
La Sali tidak terima anaknya meninggal dengan cara yang begitu tragis. "Kasian anakku satu orang laki-laki yang mau kuburkan saya nanti. Enaknya perasaannya Polisi itu e. Mereka hanya bawa pulangkan bangkainya," kata La Sali.
Fitri, kakak Randy yang ikut dalam barisan demonstrasi mengungkapkan, saat kericuhan terjadi adiknya baru saja menunaikan salat ashar. Kala para mahasiswa berhamburan akibat diberondong tembakan dari aparat, adiknya baru keluar dari mssjid dan tertinggal di depan pagar Kantor DPRD Sultra.
"Saat mahasiswa kembali akan menyusun barisan, Randy sudah dilihat jatuh di depan pagar, lalu digotong oleh rekan-rekannya dibawa lari ke RS Korem. Hanya beberapa menit adikku langsung menghembuskan napas terakhirnya," cerita Fitri.
Kedua jenazah dimakamkan sore hari ditempat berbeda. (cr1)