Masuk Nominator Juara LSS Nasional, MAN 1 Buteng Diverifikasi Tim Pusat

PUBLIKSATU, LABUNGKARI - Pasca dinilai tim juri nasional dari empat kementerian (Kemenag, Kemendagri, Kemendikbud, Kemenkes) Juli lalu, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Buton Tengah (Buteng) yang mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam Lomba Sekolah Sehat Berkarakter (LSSB) 2019 tingkat nasional, kembali didatangi tim verifikasi pusat karena masuk nominator juara, Kamis (3/10/2019).
Nominator juara ini telah menyisakan sembilan sekolah tingkat SMA/MA, salah satunya MAN 1 Buteng. Pesertanya diikuti 24 SMA/MA dari 26 provinsi yang tersebar di 28 kabupaten/kota. Tingkat SMP/MTs diikuti 25 sekolah, tingkat SD/MI diikuti 24 sekolah, dan tingkat TK diikuti 21 sekolah.
Kedatangan tim verifikasi pusat di MAN 1 Buteng, didampingi langsung Bupati Buteng H Samahuddin bersama Kepala Kemenag Buteng Muchtar, Plt Kadis Kesehatan Kasman, Kabid Dikdas Dinas Dikbud Buteng Sabaruddin, Kabag Kesra Setkab Buteng La Ode Abdullah, dan Camat Lakudo Usman.
Tim verifikasi pusat dari empat kementerian itu, dipimpin Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Agus Suharyanto. Kedatangan mereka disambut dengan pengalungan bunga dan tarian penyambutan dari siswi-siswi MAN 1 Buteng.
Setelah beristrahat sejenak di ruang Kepala MAN 1 Buteng Hasim Umar, tim verifikasi kemudian melakukan penilaian di berbagai ruang sekolah seperti ruang UKS, dewan guru, kelas, kantin, hingga kamar WC dan sudut-sudur sekolah lainnya tidak luput dari sasaran penilaian. Termasuk menguji duta UKS sekolah, sejauh mana pemahaman mereka terhadap UKS.
Ketua Tim Verifikasi Agus Suharyanto, dalam melakukan penilaian di sekolah-sekolah peserta LSSB nasional, terlebih dahulu diawali dengan menerjunkan tim dari empat kementerian untuk menilai sarana dan prasarana sekolah dan kelengkapannya, manajemen sekolah, inovasi sekolah, dan karakter siswa, serta peran pembina UKS dari provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan.
"Hari ini kami turun untuk melakukan verifikasi terhadap hasil penilaian tim empat kementerian sebelumnya, untuk melihat kesesuaian datanya dengan observasi langsung MAN 1 Buteng. Dalam observasi itu, tentu akan ditemukan kelebihan dan kekurangan yang ada di sekolah," terangnya.
Secara umum, Agus membeberkan kelebihan MAN 1 Buteng. Diantaranya, setiap sudut sekolah terlihat bersih, tertata rapi, dan aromanya harum. Dengan kondisi cuaca saat ini yang panas, tidak ada debu karena dipenuhi taman bunga dan pohon pelindung di beberapa sudut sekolah.
Siswanya dinilai berkarakter dan tidak terlihat dipersiapkan tiba-tiba karena akan mengikuti lomba, tapi sudah membudaya. Ketersediaan sarana dan prasarana seperti toilet dinilai cukup, bersih, dan cahayanya terang dengan sirkulasi udara yang baik.
Kendati begitu, MAN 1 Buteng juga tetap memiliki kekurangan. Diantaranya tidak memiliki ruang pertemuan. Kekurangan itu sudah dijawab pihak sekolah yang sudah menyiapkan proposal pembanguanan ruang pertemuan dengan anggaran Rp 4,2 miliar.
"Kalau MAN 1 Buteng menang atau juara, sebelum membangun ruang pertemuan itu tolong kepala sekolahnya jalan-jalan di TK Join Kids Tasikmalaya. Bisa dilihat ruang pertemuan dan ruang kepala sekolahnya tertata baik," saran Agus.
Dari sisi pembinaan UKS, kader yang disiapkan MAN 1 Buteng dan diharapkan dapat bercerita banyak tentang UKS, sekolah, budaya hidup bersih dan sehat, ternyata tidak bisa bercerita banyak dan masih kurang pengetahuannya tentang UKS. "Ini kekurangan tim pembina sebetulnya, sehingga kami kasih nilai 30 persen," beber Agus.
Dari jumlah siswa yang ada, kader UKS yang harus disiapkan minimal 10 persen. MAN 1 Buteng dengan jumlah siswa hampir 300 orang, kader UKSnya hanya 11 orang dan rata-rata tidak bersuara atau bercerita banyak tentang UKS. "Kalau mau menang, ini harus diperbaiki karena akan menjadi tempat studi banding bagi sekolah lainnya," tandasnya.
Sementara itu, Bupati Buteng H Samahuddin berharap sebelum LSSB tingkat nasional ini diumumkan pada 28 Oktober 2019, pihak sekolah secepatnya memperbaiki apa-apa yang masih menjadi kekurangan dan mengikuti saran-saran yang diberikan tim verifikasi pusat.
"MAN 1 Buteng sudah masuk nominator juara dan ini menjadi peluang bagi Kabupaten Buteng sebagai daerah baru dikenal di kancah nasional melalui prestasi. Meskipun dalam LSSB ini MAN 1 Buteng mewakili Provinsi Sultra, Pemkab Buteng tidak akan lepas tangan untuk memberikan kontribusi agar bisa menjadi juara," singkatnya.(uzi)