Upacara HUT Mubar Khidmat, Rajiun Ekspose Keberhasilan Pembangunan

PUBLIKSATU, MUBAR - Kabupaten Muna Barat (Mubar) merayakan hari jadinya yang ke-5, Rabu (9/10). Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) tersebut diikuti seluruh pejabat daerah, para stakeholder, serta elemen masyarakat.
Upacara yang dipimpin langsung Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada itu turut pula dihadiri bupati dan wakil bupati Buton Tengah, ketua DPRD Muna, serta beberapa tamu undangan lainnya. Kegiatan upacara berlangsung khidmat. Ada pembacaan sejarah singkat terbentuk Mubar, yang dibacakan oleh Asisten 1 Setda Mubar, Nasir Kola.
Dikesempatan itu LM Rajiun Tumada, merefleksi keberhasilan pembangunan daerah selama lima tahun pascamemisahkan diri dari Kabupaten Muna. Katanya sebelum menjadi daerah otonomi baru (DOB) jauh berbeda dengan keadaan sekarang. Saat masih bersatu dengan Muna, daerah ini nyaris tidak disentuh dengan pembangunan.
"Kucuran dana terbatas untuk membiayai kebutuhan seluruh kecamatan. Jadi terlihat jauh tertinggal dari daerah-daerah lain. Nanti mekar baru mulai menata diri dengan meletakan dasar pembangunan," katanya.
Seiring dengan mekarnya Mubar, LM Rajiun sudah memimpin dengan status sebagai pejabat bupati. Atas dukungan seluruh elemen, ia mencanangkan percepatan pembangunan dengan meniti beratkan pada infrastruktur.
Guna mendukung program kerjanya, Rajiun terus berupaya menjalin kerjasama dengan pihak kementerian dan beberapa daerah lain.
"Alhasil dalam kurun waktu dua tahun sebagai Pj Bupati, kami telah mewujudkan infrastruktur dasar jalan ringroad dua jalur dengan lebar 24 meter. Kemudian jalan kabupaten 126 kilometer. Akses jalan kabupaten ini sebagian sudah diaspal untuk membuka akses ekonomi masyarakat. Dan sudah dirasakan," ungkapnya.
Kepemimpinan LM Rajiun Tumada berlanjut. Tanggal 22 Mei 2017 dilantik sebagai bupati definitif pertama di Mubar bersama Achmad Lamani. Seiring setelah pelantikan langsung melaksanakan tugas dengan pedoman visi misi saat kampanye yang tertuang dalam RPJMD.
"Jadi pembangunan pada saat menjabat sebagai Pj Bupati kami lanjutkan dan ditingkatkan untuk mengejar ketertinggalan. Segala sektor kita cermati untuk mendorong pembangunan daerah," ujarnya.
Di bidang perhubungan, mantan Kasatpol PP Sultra itu memaparkan keberhasilan diantaranya pembangunan jembatan dan dermaga dengan kontruksi beton. Pengoperasian feri Tondasi, maskapai penerbangan Bandara Sugimanuru sekaligus pembangunan gedung VIP.
"Pada bidang perindustrian dan perdagangan dibangun pasar modern meliputi pasar modern Sinar Surya, pasar modern Guali, Marobea, Lawa, Wadaga. Untuk pasar sentral kami siapkan di Kampobalano. Di bidang industri kami mendatangkan investor pabrik gula dan pabrik aspal," bebernya.
Di bidang pertanian dan pangan, lanjutnya, bantuan alat-alat pertanian berupa traktor, jonder, handtrakto, pembukaan jalan usaha tani, pembangunan jaringan irigasi tersier, pengadaan bibit jagung, kopi, kepala, mangga, sapi dan unggas.
"Perumahan dan kawasan pemukiman meliputi peningkatan jalan pemukiman sepanjang 47 kilometer, pembangunan sarana sanitasi, IPAL, RTLH, dan BSPS. Ditransmigrasi telah disiapkan lokasi trans, pembangunan jalan lingkungan desa, dan pembangunan rumah transmigrasi," papar dia.
Khusus bidang sosial penyediaan bantuan kelompok usaha bersama (Kube) sebanyal 2.260 KK, UEP 500 KK.
Di bidang pendidikan, pengadaan pakaian seragam sekolah secara gratis untuk pelajar SD dan SMP, bantuan sosial 46 paket, serta pemberian insentif guru non PNS. Perekaman KTP, KK, akta kelahiran, dan pembuatan surat nikah secara gratis pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
"Di PU pembukaan akses sejak tahun 2015. Sampai sekarang sudah terbangun 700 km. Sebagian jalan itu sudah teraspal. Kemudian peningkatan jalan propinsi menjadi jalan nasional. Rehabilitasi jalan propinsi dari Lagadi sampai Lindo. Pembangunan jembatan dan irigasi, tugu, sebagai ornamen daerah, maupun pembangunan rest area Selat Tiworo,"tandasnya.
Kemudian BPBD normalisasi kali Soga, kali Ondoke, pembangunan jembatan titian, talud di Pulau Indo, Pulau Katela, talud di Desa Ondoke, serta normalisasi kali Waturempe. "Kami juga memperhatikan pembangunan sarana ibadah. Selama ini sudah tersalur bantuan sebanyak 45 masjid, 3 pura, dan 1 Gereja," terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, khusus kesehatan pembangunan RSUD, pengadaan dokter kerjasama dengan UGM, pembangunan puskesmas, rumah dokter serya puskesmas Tiworo Kepulauan. Bagi pegawai diberikan tunjangan penghasilan. Koperasi ada pembangunan lapak. Dibidang kelautan pemberian alat tangkap 6 ribu buah.
"Semua yang kami lakukan itu dalam rangka mendorong Mubar agar melepaskan diri sebagai daerah tertinggal. Mubar saat ini sudah siap berotonomi. Keberhasilan Mubar membangun selama ini tidak terlepas dari dukungan seluruh kalangan dan masyarakat Mubar," tutupnya. (p5)