Berita Terkini
Buteng

Tijau Desa Gumanano, Samahuddin Berharap Juara P2WKSS Dipertahankan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 12 Oktober 2019 16:57 WIB · 2 menit baca
Tijau Desa Gumanano, Samahuddin Berharap Juara P2WKSS Dipertahankan
Samahuddin

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin berharap Buteng tetap mempertahankan juara dalam lomba Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).

"Dua tahun terakhir ini, Kabupaten Buteng selalu mendapat juara dalam lomba P2WKSS tingkat provinsi. Prestasi itu harus kita pertahankan terus, sehingga apa-apa yang menjadi indikator penilaiannya harus benar-benar siap," pungkasnya.

Untuk diketahui, pada lomba P2WKSS 2017 Kabupaten Buteng yang diwakili Desa Baruta, Kecamatan Sangia Wambulu meraih Juara I. Tahun berikutnya 2018, diwakili Desa Wambuloli, Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim), Buteng mendapat Juara II.

Untuk mempertahankan prestasi itu, usai Pemilihan Kepala Desa, Kamis (10/10), Samahuddin menyempatkan diri meninjau kesiapan Desa Gumanano sebagai desa yang mewakili Buteng dalam lomba P2WKSS tingkat Sultra 2019. Bupati melihat kesiapan Desa Gumanano untuk mengikuti lomba itu.

Selain mengunjungi rumah-rumah binaan, orang nomor satu di Kabupaten Buteng itu juga meninjau proses pengaspalan di Desa Gumanano tersebut, meskipun dibawah panas terik matahari siang. Semua dipastikan dikerjakan dengan baik dan tidak asal-asalan.

Sebelumnya, bupati memantau pelaksanaan Pilkades. Samahuddin memastikan pelaksanaannya berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala.

Dalam pelaksanaan Pilkades, Samahuddin berharap tidak ada intervensi apalagi penekanan yang dapat menciderai demokrasi di tingkat desa tersebut. "Kita inginkan Pilkades di Buteng ini berjalan dengan aman, damai, dan penuh kekeluargaan. Siapapun yang terpilih, adalah pilihan masyarakat yang terbaik," tandasnya disela-sela mengunjungi desa-desa yang nelaksanakan Pilkades di Kecamatan Mawasangka.

Kepada para Cakades, ia mengingatkan ikrar damai yang sudah disuarakan sebelumnya, yakni siap menang-siap kalah. Sehingga, kedewasaan dalam berkompetisi harus dijunjung tinggi masing-masing Cakades. Bagi yang menang tidak merayakan secara berlebihan dan bagi yang kalah menyadari sepenuhnya bahwa mungkin ada yang lebih baik lagi disiapkan Tuhan selain jadi Kades. (uzi)