Lima Tahun Kepemimpinan Rajiun, Mubar Bebas Akses
Bagikan

PUBLIKSATU, MUBAR - Masyarakat Kabupaten Muna Barat (Mubar) telah merasakan hasil pemekaran daerah. Di bawah kepemimpinan LM Rajiun Tumada, selama kurang lebih lima tahun, Mubar menunjukan kemajuannya. Progres perubahannya terlihat dari akses jalan. Hampir semua wilayah terbuka akses antara satu dengan yang lainnya.
Mekar dari Kabupaten Muna tahun 2014 lalu dan ditunjuk Rajiun Tumada sebagai penjabat pelaksana bupati, daerah dengan ibu kota Laworo ini mulai menata infrastruktur pembangunan. Didominasi ada tiga jenis fisik yang dibagun, yakni jalan, jembatan, dan irigasi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mubar, Raden Djamun Sunjoto, mengakui progres percepatan pembangunan Mubar, selama kurang lebih lima tahun terakhir cukup fantastis. Paling dominan adalah jalan, jembatan, dan irigasi.
"Kami belum rinci secara keseluruhan progres pembangunan dari tahun ke tahun. Hanya tahun 2017 yang sempat tercatat. Ada sekitar 209 item pekerjaan yang diselesaikan dan itu sudah dirasakan oleh masyarakat kita semua," ungkapnya. Tentunya di tahun 2018 dan 2019 ini mengalami peningkatan.
Kesuksesan dalam pembangunan tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari proses perencanaan yang berangkat dari visi-misi yang kemudian tertuang dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). Bupati dalam membangun selalu mengedepankan kepentingan masyarakat secara umum.
"Perencanaan pembangunan daerah kita tersistematis. Mulai dari tingkat desa sampai kabupaten. Jadi tidak hanya bersifat regulatif dari atas, tetapi ada partisipatif, teknokrat, dan juga politik. Artinya hasil reses anggota dewan disampaikan lewat musrenbang. Kita menampung informasi bersumber dari masyarakat,"ujarnya.
Selain itu juga didukung dengan anggaran yang masih sehat baik itu belanja langsung maupun belanja tidak langsung. Makanya visi-misi mencapai infrastruktur jalan 100 km pertahun itu tercapai. Mulai dari perintisan, peningkatan status dan kualitas maupun pengaspalan. Pembangunan tersebut tidak terfokus pada satu wilayah, pemerataan.
"Bupati itu menargetkan diakhir masa jabatannya semua keterisolasian selesai terbuka. Sekarang tinggal target peningkatan status. Mubar jika dibandingkan sebelum mekar, sudah jauh berbeda dengan keadaan sekarang. Bahkan telah siap berotonomi sendiri,"katanya.
Menurutnya, sebelum mekar tiap wilayah kecamatan di Mubar mendapatkan kucuran dana paling tinggi Rp. 6-7 miliar. Itupun hanya ada sektor pendidikan dan kesehatan. Saat ini tiap kecamatan diturunkan anggaran sekitar Rp. 18 miliar pertahun. Pastinya sudah dapat dilihat. Akses-akses jalan untuk memperlancar perekonomian masyarakat sudah terbuka.
"Kita bekerja dengan transparan. Sehingga rencana aksi pencegahan kita memperoleh point tertinggi kedua. Bupati dan wakil bupati itu mengelola daerah ini cermat dan teliti. Bersifat merata ditiga wilayah besar baik itu Lawa Raya, Tiworo Raya, maupun Kusambi Raya. Bukan hanya jalan, jembatan, dan irigasi, tetapi termasuk penataan ibukota kabupaten seperti lampu jalan dan tugu yang menyimbolkan identitas tiap-tiap wilayah kecamatan,"terang, Raden. (p5)