LRSLU 'Minaula' Kendari Terapis Lansia di Buteng

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Dalam rangka mensukseskan Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Progres Lansia) 5.0 New Platform, Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (LRSLU) "Minaula" Kendari melaksanakan terapis atau uji coba modul bekerja sama dengan LKS La Dundu Care dan Yayasan Ali Bin Abi Thalib di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Minggu (13/10).
Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan materi-materi Progres Lansia 5.0 New Platform (NP) seperti dukungan keluarga, perawatan sosial, dan terapi yang telah diberikan kepada pendamping selama mengikuti bimbingan teknis yang telah diselenggarakan oleh LRSLU “Minaula” Kendari.
Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan dari Program Penguatan Kapasitas Petugas dan Pendamping Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Lansia. Tahapan dimulai dari penyusunan draft/modul, bimbingan teknis, uji coba, dan finalisasi.
Dalam kegiatan ini, para pendamping dari kedua LKS mempraktekkan secara langsung berbagai materi yang diperoleh pada saat bimtek kepada Lansia yang dijadikan sampel, antara lain implementasi dukungan keluarga Lansia, perawatan sosial, dan terapi. Dalam praktek dukungan keluarga Lansia, pendamping memberikan dukungan emosional dalam bentuk family therapy dan family meeting.
-
Salah satu anggota LRSLU Kendari saat melakukan terapis kepada salah seorang Lansia di Desa Lantongau, Buteng
Selain itu pendamping juga memberikan dukungan penghormatan dan kelompok dalam bentuk family gathering. Sedangkan dalam pelaksanaan uji coba materi perawatan sosial dan terapi, pendamping mempraktekkan terapi fisik dalam hal ini Terapi Range of Motion (RoM) dan Terapi Emotional Freedom Therapy (EFT) kepada lanjut usia. Tak hanya itu, pendamping juga praktek tentang perawatan sosial dalam bentuk personal care (kebersihan diri, kuku, dan rambut).
Dalam kegiatan ini, turut hadir pula Kepala Desa Lantongau, Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng) Anwaludin yang menyaksikan secara langsung para pendamping LKS dalam mempraktekkan materi kepada Lansia. Para pendamping ini mayoritas adalah putra daerah di Desa Lantongau.
“Kedepan akan ada kerja sama antara pihak LKS-LU La Dundu Care dengan pemerintah desa terkait dengan pembangunan kesejahteraan sosial lanjut usia, mungkin bisa diimplementasikan dengan adanya peraturan tingkat desa tentang hal-hal apa saja (aksesbilitas ke layanan-layanan yang tersedia) yang pastinya menguntungkan Lansia dalam segi apapun” ungkap Ketua LKS Lansia La Dundu Care, Mashudin.
“Semua jenis Progres Lansia memang perlu adanya panduan, supaya penanganan yang kita lakukan itu sesuai dengan apa yang semestinya. Dengan adanya panduan semua bentuk pelayanan sosial akan terbentuk keseragaman dan kami sangat terbantu dengan adanya panduan ini," sambungnya.
Hal senada juga disampaikan salah satu pendamping Yayasan Ali Bin Abi Thalib, Hartono. “Banyak manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini, bukan hanya bagi pendamping LKS, tetapi juga bagi Lansia dan keluarga. Kami sangat berterima kasih, semoga kedepan kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini dapat terus berlanjut," singkatnya.(uzi)