Pemkab Mubar Jemput Korban Rusuh Wamena di Baubau
Bagikan

PUBLIKSATU, MUBAR - Pengungsi kerusuhan Wamena, Propinsi Jayapura, asal Sulawesi Tenggara (Sultra) dipulangkan. Warga dari beberapa kabupaten/kota di Sultra korban kerusuhan tersebut telah tiba melalui jalur laut dan berlabuh di Dermaga Murhum Kota Baubau, Senin (15/10).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, tercatat ada 111 orang yang sudah tiba dengan selamat. Mereka berasal dari daerah di Sultra. Meliputi Baubau 45 orang, Muna 27 orang, Buton Tengah 22 orang, Muna Barat 3 orang, Kota Kendari 2 orang, Buton Utara 7 orang, Buton Selatan 3 orang, Buton 1 orang, dan Bombana 1 orang.
Bupati Mubar LM. Rajiun Tumada, didampingi Kepala Kesbangpol La Ode Andi Muna, Kepala Dinas Transmigrasi Pakrun, serta beberapa staf dan kepala bidang di Kesbangpol Mubar, menjemput langsung korban rusuh Wamena asal Muna dan Mubar tersebut.
"Mereka pulang dari Jayapura naik kapal laut KM Dobonsolo, sandar di Dermaga Murhum Kota Baubau, sekitar pukul 10.30 wita. Dipelabuhan mereka disambut Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse, beserta sejumlah pejabat lainnya Kota Baubau,"ungkap, Kepala Kesbangpol Mubar, La Ode Andi Muna.
Dari pelabuhan Murhum, kemudian mereka diarak menuju rumah jabatan (Rujab) Wakil Walikota Baubau, untuk istirahat. Dari Jayapura kepulangan para eksodus kerusuhan Wamena ini difasilitasi KKSP Papua. "Kepulangan mereka dari Jayapura difasilitasi KKSP Papua,"katanya, via telepon selulernya.
Para korban kerusuhan Wamena asal Muna dan Mubar, langsung pulang diantar dirumah masing-masing dibawah pengawalan Kesbangpol Mubar. Dipastikan tiba dirumah mereka Senin malam. Sebab, perjalanan dari Kota Babau menuju Mubar, cukup memakan waktu.
"Kami sekarang (Kemarin, red) sementara dalam perjalanan menuju Muna dan Mubar. Kita akan kawal terus mereka sampai tiba dirumah masing-masing. Kita harus pastikan dari Baubau mereka tiba dengan selamat dan sehat walafiat," ujarnya.
Menurut La Ode Andi Muna, Pemkab Mubar sangat prihatin dengan warga korban kerusuhan Wamena ini. Makanya ketika ada informasi ada pemulangan pengungsi korban kerusuhan Wamena, Pemkab Mubar langsung bersiap diri agar dilakukan penjemputan.
"Mereka itu adalah saudara-saudara kita yang mencoba mencari kehidupan di Papua. Pulang karena terjadi kerusuhan. Syukur saat kerusuhan mereka selamat dari mara bahaya. Jadi harus kita perhatikan,"terang, La Ode Andi Muna.(p5)