Arhawi Kukuhkan Forum Tata Kelola Pariwisata Wakatobi dan Satgas STD
Bagikan

PUBLIKSATU, WAKATOBI -
Untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan
di Wakatobi sebagai bagian dari Top Ten destinasi pariwisata nasional, Bupati Wakatobi, H Arhawi SE MM resmi mengukuhkan Forum Tata Kelola Pariwisata Wakatobi di aula Persanggerahan Budaya Wangi-Wangi, Jumat (18/10).
Kabag Humas dan Protokol Setkab Wakatobi, Drs La Ode Ifi menjelaskan, Sekda Wakatobi, Drs. H. La Jumadin menjadi penanggung FTKP Wakatobi. FTKP Wakatobi memiliki enam fungsi utama, yaitu fungsi research, planning, koordinasi, advokasi, advisori, dan monitoring.
Bupati Wakatobi melalui FTKP Wakatobi juga menggandeng akademisi MCSTO-UHO Prof. I Gusti Ray Sadimantata, M.Agr yang berperan sebagai koordinator monitoring dan observatory sustainable tourism development. MCSTO-UHO bertugas melakukan monitoring dan observasi pelaksanaan dan pengembangan pariwisata Wakatobi berdasarkan standar keberlanjutan; melakukan input kepada Pemda melalui satgas berdasarkan hasil pelaksanaan monitoring dan observasi; dan menyiapkan laporan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembangunan pariwisata di Wakatobi.
Dalam sambutannya bupati menyatakan kembali komitmen Kabupaten Wakatobi menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu leading sektor pembangunan daerah. Disebutkannya juga sebelum mekar, tahun 1996, kawasan kepulauan Wakatobi telah ditetapkan sebagai taman nasional. Selain itu peneliti dunia juga telah mengakui potensi bawah laut yang luar biasa. Sehingga hal ini menjadi pertimbangan komitmen daerah tersebut.
Bupati juga mengakui bahwa mengelola pariwisata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi Pemda juga menyadari sepenuhnya bahwa kekayaan sumberdaya kelautan dan perikanan dan pariwisata Wakatobi sebagai sebuah kekuatan besar untuk membangun daerah. Butuh pemikiran lebih untuk membantu daerah mengelola tugas tugas pengelolaan pariwisata Wakatobi dari waktu ke waktu, dan keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu faktor pembatas.
Sehingga daerah terus-menerus menggenjot promosi pariwisata. Walaupun menuai banyak kritik, bupati menggapnya sebagai hal biasa. Berbekal niat yang besar memajukan pariwisata, ternyata kekayaan sumberdaya laut dan potensi pariwisata bahari Wakatobi memang tidak dijumpai di tempat lain.
"Bupati optimis pembangunan Wakatobi akan lebih baik, dan pembangunan pariwisatanya dapat seperti Bali di masa yang akan datang," cetusnya.(iwn)