Berita Terkini
Buteng

SamaTau Pukul Gong Resmikan Pasar Rakyat Sangia Wambulu

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 19 Oktober 2019 15:15 WIB · 3 menit baca
SamaTau Pukul Gong Resmikan Pasar Rakyat Sangia Wambulu
Bupati Buteng H Samahuddin pukul gong resmikan pasar rakyat Kecamatan Sangia Wambulu

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah (Buteng) Samahuddin-La Ntau (SamaTau), meresmikan pasar rakyat Kecamatan Sangia Wambulu yang ditandai dengan pemukulan gong bersama di dalam bangunan pasar di Desa Baruta Lestari, Jumat (18/10/2019).

Pemukulan gong tersebut disaksikan Camat Sangia Wambulu La Ode Taslim, anggota DPRD Buteng (H Hasiri, Sa'al Musrimin Haadi, Hasrun), sejumlah Kepala OPD, Kapolsek Sangia Wambulu Ipda Tri Nugroho bersama Kapolsek Gu AKP Suriadi, Lurah dan Kades se Kecamatan Sangia Wambulu, dan para pedagang yang akan menempati los-los pasar rakyat Kecamatan Sangia Wambulu.

Bupati Buteng H Samahuddin dalam sambutannya mengatakan, pasar rakyat yang diresmikan tersebut dibangun sejak 2018 lalu dengan menggunakan APBN melalui dana tugas pembantuan dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. "Peresmian pasar ini direncanakan sejak bulan lalu, namun mengalami perubahan jadwal sehingga hari ini baru kita laksanakan," ungkapnya.

-

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Buteng ini, kehadiran pasar sesungguhnya bagian dari tanggungjawab pemerintah dalam rangka mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bertujuan agar akses ekonomi semakin nyata di tengah-tengah masyarakat.

"Olehnya itu, keberadaan pasar ini patut disyukuri, karena ini bukti nyata bahwa pemerintah terus menerus memberi kontribusi besar dalam rangka membangunakses ekonomi masyarakat," tukasnya.

Pada kesempatan itu, Samahuddin membeberkan bahwa dalam kurun dua tahun kepemimpinannya bersama Wabup La Ntau, sudah terbangun pasar rakyat sebanyak 12 pasar. Delapan pasar dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan empat pasar lainnya sumber dananya diperoleh dari tugas pembantuan.

Maka itu, ia berharap pasar-pasar yang sudah dibangun dapat digunakan sebagai kesempatan untuk memberi kemanfaatan bagi desa dan masyarakatnya. Pedagang diharapkan dapat menjaga kebersihan pasar, sehingga tidak ada lagi pasar yang memberikan kesan kumuh dan bau yang tidak sedap serta tidak teratur.

"Semoga dengan adanya pasar rakyat Kecamatan Sangia Wambulu ini dapat menumbuhkan perekonomian rakyat, sehingga semakin sejahtera. Mari bersama-sama membangun Kabupaten Buteng agar lebih maju lagi dan menuju keberkahan," tutupnya.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Buteng, Usman, menerangkan pasar rakyat Kecamatan Sangia Wambulu tersebut memiliki 162 los dan 42 kios yang dibangun 2018 lalu melalui dana tugas pembantuan dari Kementerian Perdagangan RI sebesar Rp 6 miliar.

"Untuk pembagian los dan kios, dibagi berdasarkan proporsi data pelaku pasar dari setiap desa dan kelurahan di Kecamatan Sangia Wambulu. Misalkan Desa Baruta Lestari, pelaku pasarnya sekitar 50 orang, maka dikondisikan persentase 50 orang tersebut dapat mewarnai pembagian kios dan los pasar," terangnya.

Mantan Kadis Perizinan Kabupaten Buteng ini menambahkan, untuk mendapatkan posisi kios dan los dalam pasar, para pelaku pasar yang sudah terdata dan terdaftar akan mencabut lot yang dilaksanakan secara terbuka. Nomor berapa yang dicabutnya, sudah itulah nomor los atau kios yang akan ditempatinya.

Terkait fasilitas dalam pasar, Usman mengaku sisa air yang belum masuk dan secepatnya akan diusahakan. Termasuk jalan masuk kedalam pasar dari jalan poros, sudah dijanjikan bupati akan diaspal 2020 nanti. "Tersisa itu saja yang masih terkendala, kalau fasilitas lainnya sudah ada dan lengkap termasuk listrik sudah masuk," pungkasnya.(uzi)