Guru dan Murid TK Desa Walando Kenakan Pakaian Adat Semarakan Hari Sumpah Pemuda

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Taman Kanak-kanak (TK) Desa Walando, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) tak pernah ketinggalan dalam memperingati hari-hari besar nasional dengan caranya sendiri. Setiap momen nasional maupun hari-hari besar agama islam selalu memeriahkannya dengan dengan pawai keliling.
Seperti momen peringatan hari Sumpah Pemuda ke-91, Senin (28/10), guru dan murid serta orang tua murid kompak mengenakan pakaian adat dengan melakukan pawai keliling Desa Walando, start dan finish di TK Walando. Sambil berjalan, para murid menyanyikan lagu-lagu perjuangan diiringi pukulan drum band dari ibu guru mereka. Tentu saja, pawai budaya sederhana itu menyita perhatian warga yang dilewati.
Kepala TK Desa Walando, Bunda Amini, mengatakan peringatan hari Sumpah Pemuda dengan mengenakan pakaian adat bertujuan untuk mengenalkan keberagaman adat dan budaya Indonesia melalui pakaian daerah. Selain itu, memupuk semangat cinta tanah air serta mengenalkan kebinekaan sejak dini kepada para murid TK Desa Walando.
"Sebelum pawai, kita perkenalkan dan memberikan pemahaman terlebih dahulu kepada anak-anak apa itu Sumpah Pemuda dan tujuannya. Sehingga ketika pawai, anak-anak mengikutinya dengan kompak, penuh semangat dan antusias," ungkapnya.
Menurut Sekretaris TP-PKK Kabupaten Buteng ini, rasa cinta tanah air dapat diajarkan kepada anak dengan mencintai dan memelihara budaya yang salah satunya tercermin dalam pawai budaya dengan mengenakan pakaian adat.
"Cara ini juga dapat menambah pengetahuan murid TK Desa Walando bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya melalui pakaian adatnya," tukas Amini.
Insya Allah, mengenakan pakaian adat dan pawai seperti ini bukan hanya pada saat peringatan hari Sumpah Pemuda saja, tapi juga hari Kartini maupun peringatan hari pendidikan nasional. Begitu juga peringatan hari-hari besar agama Islam, dilakukan pawai dengan mengenakan busana muslim," tutupnya.(uzi)