Hari Sumpah Pemuda, SDN 5 Gu Upacara dan Pawai dengan Pakaian Adat Nusantara
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Ada yang terlihat berbeda pada upacara bendera Senin pagi (28/10) di SDN 5 Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Peserta upacara yang biasanya mengenakan pakaian seragam merah putih, kali ini berpakaian profesi dan adat nusantara. Rupanya, sekolah yang dulunya bernama SDN 2 Lombe itu memperingati hari Sumpah Pemuda ke-91, tepat 28 Oktober 2019.
Mulai dari dewan guru hingga para siswa berpakaian profesi dan adat nusantara. Ada yang berpakaian profesi polisi, TNI, hingga dokter. Sementara pakaian adat nusantara bermacam-macam sesuai keberagaman suku di nusantara. Terbanyak para siswa mengenakan beragam pakaian adat Buton.
Pelaksanaan upacara bendera sendiri dilakukan seperti biasa. Komanadan upacara dipilih siswa yang mengenakan
pakaian profesi Polisi. Begitu pula pembaca UUD 1945 maupun pembaca doa dipilih siswa yang mengenakan pakaian adat nusantara. Pembacaan Pancasila ditambahkan dengan ikrar sumpah pemuda yang diikuti seluruh peserta upacara.
Usai upacara, dimeriahkan dengan fashion show di halaman sekolah. Tampilan fashion show tersebut dilakukan dengan berlenggak-lenggok sendiri dan tampil secara berpasangan antara siswa dan siswi layaknya model profesional yang sangat menghibur dan mengesankan.
Tak hanya sampai disitu saja, peringatan hari Sumpah Pemuda tersebut dilanjutkan dengan keluar di lingkungan sekolah untuk mengikuti pawai bergabung bersama sekolah lainnya, pemuda, dan unsur pemerintahan Kecamatan Gu yang menggelar pawai budaya dan adat nusantara.
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 5 Gu, Muwardin SPdI mengaku upacara bendera dengan mengenakan pakaian adat nusantara, fashion show, dan keliling pawai rutin dilaksanakan pihaknya setiap tahun. "Ini kita lakukan untuk menumbuhkan semangat sumpah pemuda sejak dini kepada para siswa-siswi kami dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan diantara mereka," ungkapnya.
Muwardin berharap, peringatan hari Sumpah Pemuda dengan mengenakan pakaian adat nusantara dapat menumbuhkan rasa bangga semua siswa terhadap adat dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, memperkuat semangat jiwa kebangsaan mereka dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Apalagi, semangat kebhinekaan serta rasa persatuan dan kesatuan pada generasi muda mulai pudar. Sehingga, momen peringatan hari Sumpah Pemuda sangat penting diperingati setiap tahunnya dengan cara-cara menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan.
"Kami akan terus menanamkan masalah persatuan dan kebinekaan ini kepada siswa-siswi kami di lingkungan sekolah maupun tugas-tugas pelajaran di luar sekolah seperti tugas kelompok dan tugas belajar lainnya," kunci Muwardin.(uzi)