Berita Terkini
Buteng

SamaTau Persuasif Terbuka dengan Pemuda

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 29 Oktober 2019 16:17 WIB · 3 menit baca
SamaTau Persuasif Terbuka dengan Pemuda
Bupati dan Wabup Buteng Samahuddin-La Ntau (SamaTau) bersama pengurus KNPI Buteng usai upacara peringaran hari Sumnpah Pemuda ke-91

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah (Buteng) Samahuddin-La Ntau (SamaTau) mengaku pemuda merupakan unsur penting dalam membangun dan memajukan Kabupaten Buteng saat ini dan masa mendatang. Sehingga antara pemerintah daerah dan pemuda harus senantiasa bersinergi menuju kemajuan itu, sebagaimana tema peringatan hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 ini yakni "Bersatu Kita Maju".

Hal itu diungkapkan keduanya usai upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke-91 tingkat Kabupaten Buteng yang digelar di halaman kantor bupati, Senin 28 Oktober 2019.

"Kepada para pemuda Buteng, mari kita bekerja bersama-sama membangun daerah tercinta ini. Berjuang menuntut ilmu dan kembali membangun daerah, karena estafet yang akan membangun daerah ini adalah generasi muda," ungkap Samahuddin didampingi Wabup La Ntau.

Orang nomor satu di Kabupaten Buteng ini mengajak pemuda atau mahasiswa yang ingin menyalurkan aspirasi atau pendapatnya tidak harus dengan melakukan aksi demonstrasi di jalan. Cukup dengan dialog dan datang dengan cara persuasif, baginya itu lebih efektif karena bicara dari hati ke hati. Apa yang menjadi keinginan pemuda langsung tersampaikan dan langsung mendapatkan jawaban.

"Insya Allah, kami (SamaTau, red) akan selalu terbuka dan senantiasa menghargai pemuda maupun mahasiswa bila didatangi dengan cara baik-baik dan sopan. Tak perlu demo-demo kalau dengan dialog secara persuasif dapat menyelesaiakan persoalan," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Wabup La Ntau. Dirinya mengaku sudah beberapa kali diajak pemuda maupun mahasiswa untuk berdialog dan berdiskusi. Dalam diskusi diluar jadwal kantor tersebut semua berlangsung lepas dan tak ada sekat antara pimpinan daerah dengan pemuda maupun mahasiswa.

"Silahkan saja undang saya datang langsung ke tempatnya bila merasa berat datang di kantor. Insya Allah apa yang teman-teman pemuda maupun mahasiswa inginkan, saya akan terima dan laporkan kepada pak bupati. Saya kira ini lebih efektif dari pada datang demo, sehingga tidak ada saling mencurigai," sambung La Ntau.

Di tempat yang sama, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buteng, Firman Kasim, mengatakan ada banyak cara menyampaikan pendapat dalam sistem berdemokrasi. Salah satunya aksi demonstrasi turun ke jalan yang biasanya disuarakan pemuda atau mahasiswa.

"Sebagai generasi Buteng yang karakternya dikenal santun, memang harus kita utamakan dialog dan pendekatan persuasif. Demonstrasi baru bisa kita lakukan ketika ruang-ruang untuk melakukan dialog, diskusi, dan pendekatan persuasif itu buntu atau tidak ada titik temu," tegas Firman.

Misalkan ada kritikan terhadap kebijakan pemerintah dan setelah dilakukan diskusi maupun dialog ke pemerintah langsung atau melalui DPRD tidak direspon dengan baik, maka wajib bagi pemuda maupun mahasiswa untuk melakukan aksi demonstrasi turun ke jalan. Hanya perlu diingat, dalam melakukan aksi tidak anarkis dan tidak merusak fasilitas pemerintah.

"Sebagai ruang perhimpunan pemuda, KNPI Buteng akan selalu siap mejadi mediator untuk menjembatani aspirasi pemuda maupun mahasiswa ke pemerintah daerah untuk melakukan diskusi maupun dialog-dialog. Terpenting aspirasi itu untuk kepentingan orang banyak, bukan untuk kepentingan pribadi," pungkas mantan aktivis mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO) ini.(uzi)