Berita Terkini
Buteng

Jalan Teraspal, Warga Desa Lolibu Terbebas dari Debu

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 1 November 2019 15:23 WIB · 3 menit baca
Jalan Teraspal, Warga Desa Lolibu Terbebas dari Debu
Jalan Desa Lolibu mulai diaspal hotmix.

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Akhirnya warga Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), terbebas dari debu jalanan yang menerpa rumah-rumah mereka kurang lebih tiga bulan belakangan ini, setelah pemerintah mengaspal hotmix jalan desa yang merupakan poros Lakudo-Mawasangka itu, Rabu (30/10/2019).

Sebelum diaspal, warga Desa Lolibu merasakan derita debu setiap kali kendaraan melintasi jalan yang masih dalam tahap penimbunaan dan perataan material tanah berkapur. Apalagi saat musim kemarau seperti sekarang ini, semakin menambah derita warga.

Beruntung pihak pekerja senantiasa menyiramkan air untuk mengurangi debu yang terjadi. Warga juga sampai memasang batu dan potongan kayu secara zig-zag untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang selalu menimbulkan debu.

"Syukur alhamdulillah, sekarang kami sudah terbebas dari debu karena jalan desa kami sudah diaspal hotmix. Derita kami merasakan debu kemarin, sepertinya terobati dengan pengaspalan hotmix yang cukup memuaskan," ungkap salah satu warga Desa Lolibu, Jamaludin (50), saat melihat proses pengaspalan jalan desanya, Kamis sore (31/10).

Pria yang memiliki Ruko di Desa Lolibu ini, mengaku dirinya dan warga lainnya hanya bersabar saja saat debu menerpa karena menyadari sebagai resiko dari proses pengaspalan jalan. "Yang penting jangan dibiarkan lama-lama perataan timbunanannya dan cepat-cepat diaspal," tukasnya.

Setelah jalan desanya diaspal mulus, Jamaludin meminta kepada pemerintah untuk mempercepat pembuatan pagar seragam sebagai pengganti pagar yang sudah dirubuhkan akibat dari pelebaran jalan sebelumnya. Disamping untuk memperindah wajah desa, juga memberikan kenyamanan bagi anak-anak yang langsung menyeberang jalan dari pintu rumah.

"Desa kami ini padat warganya dan banyak anak-anak, sehingga tingkat kerawanan lakalantas sangat tinggi. Sebaiknya juga pemerintah banyak memasang rambu-rambu lalu lintas, sehingga pengendara dapat mengurangi kecepatan kendaraannya saat melintasi desa kami. Apalagi jalan Desa Lolibu ini lurus dan rata, dapat memicu pengendara ngebut dan menambah kecepatan laju kendaraannya," tuturnya mewanti-wanti.

Kades Lolibu, Sahrul, mengaku bersyukur tidak ada kendala dalam proses pelebaran hingga pengaspalan jalan di desanya tersebut. Kekhawatiran ada warga yang berkeras saat pagarnya dirobohkan atau kiosnya sampai terpotong ketika dilakukan pelebaran jalan, rupanya tidak ada sama sekali.

Bahkan, warga sendiri yang turut merobohkan pagarnya atau memotong kiosnya ketika terkena dampak pelebaran jalan. Semua diikhlaskan demi pembangunan dan kepentingan umum. "Ini berkat upaya pemerintah desa yang intens melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman serta kesadaran dan kerja sama masyarakat Lolibu yang cukup tinggi akan pembangunan," terangnya.

Terkait pagar yang sudah dirobohkan, pihaknya akan menggantinya dengan pagar seragam melalui Alokasi Dana Desa (ADD) secara bertahap. "Tahun 2019 ini kita mulai bangun fondasinya dulu dan kita sudah anggarkan Rp 121 juta. Panjangnya sekitar 400 meter. Tahun 2020 akan kita tambah lagi, sekaligus dengan pembangunan pagar seragamnya sesuai kemampuan anggaran," beber Sahrul.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Tata Ruang (PUPRTR) Kabupaten Buteng, Hasba Mukmin, menerangkan jalan Desa Lolibu yang diaspal pihaknya sepanjang 3,2 KM dengan pagu anggaran Rp 10 miliar dari APBD 2019.

"Lebar jalan 10 meter. Badan jalan yang diaspal 7 meter dengan bahu jalan kiri dan kanan masing-masing 1,5 meter. Aspal yang kita pakai menggunakan aspal hotmix dengan ketebalan 5 CM," jelas Ambank, panggilan akrab Hasba Mukmin.

Ambank menuturkan, dari 3,2 KM jalan Desa Lolibu yang akan diaspal tersebut, sementara diselesaikan 1,5 KM terlebih dahulu. Sisanya akan diselesaikan lagi kalau material aspalnya sudah ada. "Yang jelasnya akan kita tuntaskan semua tahun ini dan tidak akan menyeberang tahun. Paling November sudah ada lagi materal aspalnya," pungkasnya.(uzi)