Bebaskan Cicipi Kacang Mete Goreng, Stand Buteng "Diserbu" Pengunjung Pameran HPS

PUBLIKSATU, KENDARI - Berbagai cara dilakukan peserta pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 di Kota Kendari untuk menarik minat pengunjung datang ke stand mereka. Mulai dari penataan dekorasi interior dan eksterior stand, memamerkan produk-produk pangan lokal dan hasil olahannya menjadi makanan ringan, hingga menyajikan secara cuma-cuma hasil olahan tersebut untuk dicicipi.
Pameran pangan lokal yang dipusatkan di pelataran Tugu Persatuan (Eks MTQ) Kota Kendari itu dibuka Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr H Syahrul Yasin Limpo (SYL), Sabtu sore (2/11/2019). Pagi sebelumnya, SYL membuka secara resmi HPS ke-39 yang dipusatkan di Desa Puudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), ditandai dengan panen raya Kakao.
Dalam pameran HPS tersebut, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) tak mau kalah saing dengan peserta pameran lainnya dari berbagai daerah. Untuk menarik minat pengunjung, daerah yang dikenal lumbung produksi jambu mete itu menyajikan kacang mete goreng yang gurih dan renyah untuk dicicipi pengunjung secara cuma-cuma.
Setelah mencicipinya, para pengunjung kemudian tertarik untuk membeli kacang mete yang tersedia dalam stand. Tak hanya sampai disitu, mereka banyak bertanya bagaimana cara membuatnya ketika dicampur dengan gula merah. Para petugas dan penjaga stand dengan ramah memberikan penjelasan kepada pengunjung yang masuk rombongan maupun datang satu-satu.
Selain menerangkan proses pembuatan kacang mete goreng, petugas stand juga memperkenalkan berbagai olahan makan ringan lainnya yang bahannya dari pangan lokal Kabupaten Buteng sendiri. Diantaranya, keripik ubi pedas manis balado, keripik rumput laut, keripik pisang, sambal goreng ikan teri, jewawut, abon ikan pedas manis, dan puding dari bahan agar-agar (rumput laut).
Puas melihat-lihat isi stand, pengunjung berkesempatan berfoto dengan pasangan pemuda-pemudi Buteng yang tampil mempesona dengan pakaian adat Buton.
Salah seorang pengunjung stand Buteng asal Maumere-Flores, Telly Gandit (50) mengaku baru mengetahui jika produk jambu mete terbesar ada di Kabupaten Buteng. "Rasanya gurih dan renyah. Maunya ingin tambah terus, makanya saya tanyakan bagaimana cara buatnya seperti ini," akunya sambil mengunyah kacang mete.
Wanita berkaca mata ini menyayangkan stand Buteng tidak menyiapkan bibit jambu mete. Pasalnya ia ingin sekali menanam dan merawatnya di tempat asalnya di Maumere. "Kalau ada bibitnya bagus kita bawa pulang juga sebagai oleh-oleh. Siapa tahu cocok ditanam di daerah kami," tukasnya.(uzi)