Tari "Kawaaono Kawi" Buteng Pukau Tamu HPS di Kendari
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Tari "Kawaaono Kawi" atau hantaran menjelang hari pernikahan yang ditampilkan Kabupaten Buton Tengah (Buteng) di pelataran Tugu Persatuan (Eks MTQ) Kota Kendari, memukau para tamu undangan manca negara dan daerah-daerah di Indonesia pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39, Minggu malam (3/9/2019).
Peringatan HPS ke-39 berlangsung 2-5 November 2019, dibuka Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr H Syahrul Yasin Limpo (SYL), ditandai dengan panen raya Kakao di Desa Puudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sabtu pagi (2/11). Sorenya, dilanjutkan dengan pembukaan pameran HPS di Kota Kendari.
Pameran HPS yang dipusatkan di pelataran Tugu Persatuan, disemarakan dengan pertunjukan seni tari dan hiburan rakyat Sulawesi Tenggara (Sultra) pada malam harinya, dimulai minggu Malam (3/9). Pada malam perdana pertunjukan tarian, Kabupaten Buteng tampil bersama Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Buton, dan Reog Ponorogo.
Kabupaten Buteng sendiri tampil terakhir, membawakan Tari Kawaaono Kawi. Tari ini diangkat gari budaya Mawasangka. Penarinya terdiri dari enam wanita dengan membawa baki berisi buah-buahan, didampingi empat pria yang diiringi tabuhan gendang serta lagu riang gembira dari kelompok penabuh gendang.
Setelah menari berlenggak-lenggok dengan baki berisi buah-buahan dan meletakannya, keenam penari wanita tersebut kemudian menari lagi dengan gemulai berpasangan dengan penari laki-laki. Pada gerakan ini, para tamu undangan dan penonton dibuat terpukau dengan bertepuk tangan.
Menurut Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Buteng, Muliadi, Tari Kawaano Kawi menceritakan kebiasaan masyarakat Mawasangka yang akan melakukan prosesi acara pernikahan. Diawali dengan acara pingitan calon mempelai wanita.
Disusul dengan penyerahan "Hodea" atau uang mahar dengan membawa Kawaao berupa macam-macam buah-buahan yang dalam bahasa adat dikenal dengan "Bakena Kau". Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sungkeman kepada kedua irang tua masing-masing mempelai dan diakhiri dengan membuang kain yang dipakai pada saat siraman setelah pernikahan selesai.
"Prosesi ini menggambarkan pembersihan diri dari segala yang ada pada diri pasangan pengantin," jelas Muliadi.
Tari Kawaaono Kawi ini dibawah asuhan Ketua TP-PKK Kabupaten Buteng, Hj Jusniar Samahuddin AMKep. Para penari berasal dari Sanggar Kapoliwua, Kecamatan Mawasangka. Koreografer Taslim, penata musik Fandi, penata rias Aswin, dan penata busana Saharuddin Ilau.(uzi)