Berita Terkini
Muna

KPU Muna Komitmen Jaga Integritas

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 18 November 2019 17:39 WIB · 2 menit baca
Bagikan
KPU Muna Komitmen Jaga Integritas
Ketua KPU Sultra, Abdul Natsir bersama Bupati Muna, LM Rusman Emba melaunching tahapan Pilkada.

PUBLIKSATU, MUNA - Launching Pilkada serentak telah diselenggarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabapaten Muna, Minggu (17/11). Ceremoni launching yang dihadiri Bupati Muna, LM Rusman Emba, Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir beserta komisioner, Ketua KPU Muna, Kubais beserta komisioner dan Forkopinda dirangkaikan dengan peresmian jungle serta maskot.

Dalam pelaksanaan tahapan Pilkada, KPU sebagai penyelenggara akan berkomitmen menjaga integritas dan bekerka secara profesional. "Kita akan menciptkan Pilkada yang jujur dan adil," kata Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir.

Natsir sedikit merefleksi perjalan Pilkada Muna. Tahun 2015, Muna menjadi perhatian diseluruh Indonesia akibat terjadi Pemungutan Suara Ulang (PSU) beberapa kali. Ia berharap pada Pilkada 23 September 2020 nanti tidak terulang kembali. "Ada yang harus dilakukam dan ada yabg harus dikoreksi. Saya yakin, Pilkada Muna akan menjadi role mode," ujarnya.

Natsir tak menafikan diera digital saat ini, penggunaan Sosial Media (Sosmed) bisa memberi dampak positif. Namun, ada juga yang dapat mengganggu disharmonisasi. Makanya, Ia menyarankan agar bijak dalam bersosmed. "Jangan menghujat, menyebar hoax, karena ada UU ITE yang melarang. Tidak semua info yang masuk di gadget (HP) kita benar," timpalnya.

Pada Bupati Muna dan DPRD, Ia menyampaikan apresiasi karena telah menyiapkan anggaran Pilkada sehingga penadatanganan NPHD tepat waktu dilaksanakan pada 1 Oktober lalu. "Tanpa dukungan anggaran, kita tidak bisa berbuat," sebutnya.

Kubais, Ketua KPU Muna berharap Pilkada Muna bisa berjalan lancar dan aman seperti saat Pemilu 17 April lalu. Ia menjamin KPU akan profesional dan berintegritas. "Harapan kita semua pihak bisa bekerja sama dengan baik. Pihak Bawaslu utamakan tindakan preventif," terangnya.

Dalam berdemokrasi, harus dilakukan dengan santun. Artinya, tidak menyebar ujaran kebencian, berita hoax dan mencaci yang bisa memecah ikatan kekeluargaan. "Kita harus menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan menjaga kenyamanan," imbaunya.

Kubais tak menafikan, opini menjelang Pilkada ini sangat kuat. Apalagi di Sosmed. Namun, mereka-mereka yang beropini itu berasal dari luar. Sehingga, situasi menjelang Pilkada Muna seakan panas. Padahal faktanya tidak. "Orang-orang diluar saja yang merasa terngganggu, sementara kita di Muna biasa saja yang masih satu ikatan kekeluargaan serta mengedepankan kekeluargaan dan filosofi kewunaan," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Muna, LM Rusman Emba sudah tak heran melihat kondisi perpolitikan di daerahnya. Bicara politik bagi warganya adalah energi dan hobi. "Kita disini biasa-biasa saja menanggapinya," sebutnya.

Mantan senator DPD-RI itu berkomitmen akan menyuskeskan Pilkada yang merupakan agenda nasional. "Menjadi tugas semua steakholder untuk menyukseskan Pilkada. Camat, kades dan lurah segera berkoordinasi dengan KPU. Siapkan apa yang menjadi kebutuhan," tandasnya. (cr1)

Bagikan