Wakili Buteng Lomba P2WKSS, Desa Gumanano Dinilai Tim Provinsi Sultra

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka yang mewakili Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dalam lomba program terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) 2019 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi kabupaten ke-13 yang dikunjungi tim penilai provinsi untuk melakukan penilaian lomba, Senin (18/11/2019).
Kedatangan rombongan tim penilai di Desa Gumanano tersebut, didampingi langsung Bupati Buteng H Samahuddin dan Ketua TP-PKK Kabupaten Buteng Hj Jusniar Samahuddin, Wakil Ketua TP-PKK Ny Nuraida La Ntau, pimpinan dan beberapa anggota DPRD, Sekda Buteng H kostantinus Bukide bersama isteri, Asisten Setkab Buteng, dan sejumlah Kepala OPD.
Rombongan tim penilai yang dipimpin Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sultra, Andi Tenri Rawe Silondae, disambut pemerintah dan masyarakat di Pantai Mutiara yang masuk wilayah Desa Gumanano dengan atraksi marching band, Tarian Lawati, pengalungan bunga, lambaian tangan anak-anak SD di pintu masuk Pantai Mutiara, serta salawat dari ibu-ibu majelis taklim Desa Gumanano.
Di pelataran Pantai Mutiara tersebut dilangsungkan acara tatap muka dan perkenalan rombongan tim penilai. Pada kesempatan itu, tim mendengarkan laporan Ketua PKK Desa Gumanano akan capaian dan kondisi desanya yang akan ditinjau langsung tim penilai ke lapangan, apakah sesuai dengan yang dilaporkan atau tidak.
Bupati Buteng H Samahuddin dalam sambutannya, mengucapkan selamat datang kepada tim penilai lomba P2WKSS di Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka dan berharap silaturahim singkat yang sudah terjalin dapat terus berlanjut, bukan hanya pada saat penilaian lomba saja tetapi pada kunjungan kerja lainnya di Kabupaten Buteng.
-
Ketua Tim Penilai Lomba P2WKSS Buteng, Andi Tenri Rawe Silondae memberikan sambutan saat bertatap muka dengan pemerintah dan masyarakat Desa Gumanano di Pantai Mutiara
"Alhamdulillah, dalam mempersiapkan desa-desa yang mengikuti lomba P2WKSS tingkat provinsi setiap tahunnya, semua instansi pemerintah lingkup Pemkab Buteng beserta jajaran kecamatan terlibat dan melaksanakan tugas yang dibebankan dengan baik. Terbukti, 2017 Kabupaten Buteng meraih Juara I dan 2018 mendapatkan Juara II. Padahal, kita masih berstatus Daerah Otonom Baru (DOB) dan alhamdulillah tahun 2019 ini sudah menjadi daerah otonom yang madiri," ungkapnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Buteng ini berharap, tahun 2019 ini Desa Gumanano yang mewakili Kabupaten Buteng dalam lomba P2WKSS dapat mempertahankan prestasi tersebut.
Ketua Tim Penilai Lomba P2WKSS, Andi Tenri Rawe Silondae, berkesempatan memberikan sambutan dengan memperkenalkan terlebih dahulu rombongannya satu persatu. Ia juga mengapresiasi penyambutan Pemkab Buteng yang dilakukan dengan kompak bersama pimpinan DPRD dan TP-PKK serta Dharma Wanita. Sambutan hangat ini diakuinya tidak didapatkan pihaknya dari kabupaten lainnya peserta lomba P2WKSS.
"P2WKSS merupakan program terpadu yang sangat strategis bagi kabupaten/kota sebagai momentum yang sangat tepat untuk mensinergikan program dengan melibatkan berbagai unsur, yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan lembaga masyarakat dalam rangka penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan peran perempuan dengan memanfaatkan sumber daya alam dalam lingkungan untuk mewujudkan dan mengembangkan penduduk sehat, sejahtera, dan bahagia dalam rangka pembangunan masyarakat desa dengan perempuan sebagai penggeraknya," jelasnya.
Andi Tenri Rawe berharap, semangat pembinaan P2WKSS ini tidak berhenti setelah penilaian lomba, tetapi terus dilakukan secara berkelanjutan. Dirinya meyakini, pembinaan dan kerja keras yang dilakukan pemerintah dan masyarakat Desa Gumanano dalam lomba P2WKSS ini tidak sia-sia, tetapi mempunyai nilai yang sangat luhur dalam mewujudkan kehidupan keluarga yang lebih maju dan sejahtera.
Usai tatap muka, tim kemudian memasuki wilayah perkampungan Desa Gumanano, tak jauh dari Pantai Mutiara. Di perkampungan tersebut anggota dari tim penilai melakukan penilaian sesuai bidang tugasnya masing-masing. Setiap penilai, turut didampingi instansi yang membidangi bidang penilaiannya untuk menjelaskan hal-hal yang ingin ditanyakan.
Usai melakukan penilaian, tim kemudian balik lagi di Pantai Mutiara untuk makan siang bersama pemerintah dan masyarakat Desa Gumanano. Aneka makanan tradisional disiapkan dari desa-desa lainnya yang ada di Kecamatan Mawasangka.
Andi Tenri Rawe mengatakan, dalam melakukan penilaian di lapangan, ada beberapa indikator yang dinilai pihaknya. Mulai pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga upaya peningkatan ekonomi masyarakat melalui produksi kerajinan tangan dan sebagainya yang dilakukan kaum perempuan dalam membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
"Kita juga menilai partisipasi OPD, TP PKK, kondisi lingkungan seperti persoalan MCK, jamban, perilaku hidup bersih dan sehat, dan pembinaan serta pemberdayaan masyarakat. Itulah sebagian besar komponen pokok yang menjadi penilaian kita dalam lomba P2WKSS ini," tuturnya.
Secara umum, kata dia, Desa Gumanano sudah maksimal, namun pihaknya belum bisa memberikan statemen bahwa sudah yang terbaik, sebab masih ada kabupaten lainnya yang belum dinilai. "Setiap kabupaten yang kita nilai sejauh ini, tentu ada plus minusnya masing-masing dan tim penilai punya catatan kecil terhadap desa tersebut," tandasnya.
Dari amatan pihaknya, Desa Gumanao memiliki keterlibatan pemerintah dan masyarakat yang cukup tinggi. Hal ini menjadi nilai plus dan akan dihimpun bersama nilai indikator lainnya. Untuk pengumuman pemenang lomba P2WKSS direncanakan Desember yang bertepatan dengan hari ibu.(uzi)