Karnaval FKMA ASEAN di Baubau, Buteng Terjunkan Pasukan Matana Sorumba Wasilomata

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kabupaten Buton Tengah (Buteng) ikut ambil bagian dalam karnaval Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) ASEAN ke-6 yang dilaksanakan di Kota Baubau, Selasa (19/11/2019).
Karnaval yang dihadiri raja-raja dan sultan dari negara-negara ASEAN itu, Kabupaten Buteng menurunkan pasukan Matana Sorumba Wasilomata dengan 100-an personil dibawah pimpinan LM Mursal Zubair (Kadis Pengendalaian Penduduk dan Keluarga Berencana).
Bergabungnya Kerukunan Keluarga Talaga Raya, Kerukunan Lakudo, Kerukunan Wadiabero, dan Kerukunan Tolandona yang ada di Kota Baubau, menjadi salah satu peserta dengan barisan terbanyak dalam karnaval FKMA ASEAN ke-6 tersebut. Barisan depan ditampilkan ikon pertahanan Matana Sorumba Wasilomata.
Matana Sorumba (Empat daerah mata jarum) merupakan sebutan salah satu pertahanan berlapis Kesultanan Buton pada empat penjuru mata angin. Penjuru pertama adalah wilayah Lapandewa yang bertugas menjaga dan menghalau musuh dari arah utara. Penjuru kedua adalah wilayah Wabula yang bertugas menjaga dan menghalau musuh dari arah Selatan.
Penjuru ketiga, wilayah Watumotobe yang bertugas menjaga dan menghalau musuh dari arah timur. Penjuru keempat adalah wilayah Wasilomata (Mawasangka) yang menjaga dan menghalau musuh Kesultanan Buton dari arah barat. Saat ini, Wasilomata telah menjadi wilayah administrasi Kabupaten Buteng di Kecamatan Mawasangka.
Namun, sebelum musuh-musuh Kesultanan Buton menghadapi pertahanan Matana Sorumba ini, terlebih dahulu dihadang pertahanan terluar yang dipegang pemerintahan Bharata. Pemerintahan Bharata ini terdiri dari empat wilayah yang dikenal dengan Bharata Patapalena, yakni Muna, Tiworo, Kulinsusu, dan Kahedupa.
Jika musuh-musuh Kesultanan Buton lolos dari pertahanan Matana Sorumba, maka sudah siap dihadang lagi pertahanan kedua yang dipegang oleh Pata Limbona. Andai pun masih bisa lolos dari pertahanan Pata Limbona ini, dipastikan kekuatan musuh sudah melemah saat memasuki benteng keraton yang memilki 12 pintu dengan pertahanan masing-masing, ditambah satu pintu rahasia.
Sekeliling pagar benteng, telah ditempatkan sebanyak 21 benteng kecil pertahanan dengan pasukan khusus masing-masing. Jika musuh masih bisa menembus juga, maka akan dihadapi pertahanan batin Kesultanan Buton yang dipegang empat orang sakti dengan sebutan Patamiana atau Mojina.
Kini, Kesultanan Buton telah melukis lembaran-lembaran sejarah yang tidak cukup hanya dikenang, tetapi dilestarikan dan digali dalam rangka mengembangkan pemberdayaan adat dan nilai-nilai sosial budaya. Telah menjadi kenyataan, wilayah Kesultanan Buton dan Bharata sebagai penyanggah pertahanan keamanan Kesultanan Buton secara administrasi telah berkembang dan mekar menjadi daerah otonomi.
Seperti Bharata Kahedupa telah menjadi Kabupaten Wakatobi, Bharata Kulinsusu telah menjadi Kabupaten Buton Utara, dan salah satu basis pertahanan Matana Sorumba Wasilomata telah mekar secara administrasi menjadi Kabupaten Buteng.
Walaupun telah dimekarkan menjadi beberapa kabupaten dan kota, tetapi secara emosional kebersamaan itu masih diikat oleh sejarah dan budaya Buton, tidak dibatasi oleh sekat-sekat wilayah administrasi.(uzi)