Berita Terkini
Buteng

Dispar Buteng Gandeng Kades Bangun Desa Wisata Berbasis Masyarakat

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 23 November 2019 16:31 WIB · 3 menit baca
Dispar Buteng Gandeng Kades Bangun Desa Wisata Berbasis Masyarakat
Kadis Pariwisata Buteng Safrin dan Ketua ASBAKIN Jakarta Hernamawaty berpose bersama para Kades di Buteng

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Setelah membina dan memperkuat kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan pengelola usaha pariwisata, giliran para kepala desa (Kades) yang digandeng Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) untuk membangun desa wisata berbasis masyarakat berdasarkan potensi yang ada di desanya masing-masing.

Dispar Kabupaten Buteng mengundang narasumber berpengalaman dalam pengelolaan usaha pariwista, yakni Ketua Asosiasi Bapak Angkat Indonesia (ASBAKIN) Jakarta, Hernamawaty, untuk memberikan pemahaman dan konsep membangun desa wisata berbasis masyarakat kepada para Kades di Buteng, bertempat di Hotel Findi Lakudo, Jumat (22/11/2019).

Plt Kadis Pariwisata Kabupaten Buteng, Safrin ST Par, mengatakan para Kades diundang memaparkan potensi-potensi yang ada di desanya untuk bisa dibangun dan dikembangkan menjadi desa wisata yang berbasis masyarakat. Termasuk desa-desa yang sudah membangun destinasi wisata di desanya.

"Mereka paparkan potensi desanya. Apa yang sudah mereka buat kita uji petik dan kita mentor untuk merencanakan pembangunan desa wisata berbasis masyarakat tersebut. Dari beberapa yang mereka lakukan kesimpulannya masih banyak yang kurang, karena belum jelas konektivitasnya dengan segmentasi pasar," beber Safrin.

Untuk mensukseskan pembangunan desa wisata berbasis masyarakat ini, kata dia, narasumber juga siap membantu untuk aspek pemberdayaan masyarakat yang serius membangun desanya dengan konsep desa wisata. Termasuk sumber-seumber pembiayaan dengan mendatangkan pihak-pihak lain yang ingin menjadi pengelola usaha wisata.

"Target kita adalah bagaimana memberdayakan masyarakat desa agar bisa hidup dengan pariwisata. Karena desa wisata berbasis masyarakat ini karakternya adalah masyarakat. Masyarakat yang ada dalam desa, harus punya pemahaman yang sama dalam menjadikan desanya sebagai desa wisata," terang Safrin.

Ketika bicara desa wisata, maka keseluruhan aktivitas masyarakat yang ada didalamnya berorientasi ke pariwisata. Mau membangun jalan pun harus memperhitungkan bahwa jalan tersebut akan dilalui wisatawan, sehingga di kiri kanan jalan harus dibuat menarik. Apakah dengan pagar seragam atau ditanami pepohonan sejenis yang unik.

"Mau buat kandang dan pelihara sapi pun orientasinya pariwisata. Sehingga wisatawan datang itu ingin juga belajar bagaimana beternak sapi yang benar, atau cara memerah susunya bagaimana. Sehingga ada edukasi yang didapatkan wisatawan ketika berkunjung ke desa tersebut. Begitu pula membangun landscap desa, arsitektur rumah, dan lain-lain semuanya berorientasi pariwisata," paparnya.

Ketika semua desa di Buteng bergerak seperti itu, maka akan mempercepat proses pembangunan pariwisata. Karena bicara mengatasi pengangguran dan pengenataskan kemiskinan, sektor pariwisata juga paling menjanjikan disamping sektor-sektor lainnya. "Dengan konsep pariwisata, sektor lain juga bisa ditarik. Seperti hasil-hasil perikanan di desa bisa ditarik untuk kebutuhan konsumsi wisatawan yang berkunjung. Begitu juga sektor pertanian dan lain sebagainya," timpalnya.

Menurut Safrin, wisatawan yang ingin masuk ke desa itu, selain menikmati panorama dan atraksi di desa, mereka juga ingin bagaimana agar bisa memahami budaya, pekerjaan, dan kehidupan masyarakat yang ada di dalam desa yang dikunjunginya tersebut. Itulah konsep desa wisata yang akan dibangun pihaknya bersama para Kades di Buteng.(uzi)