Pidato Mendikbud Nadiem Makarim Dapat Tepuk Gemuruh Seluruh Guru di Buteng

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) bersama seluruh guru di Kabupaten Buteng, memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-74 dengan menggelar upacara bendera di halaman kantor bupati, Senin (25/11/2019).
Upacara dipimpin langsung Bupati Buteng H Samahuddin, diikuti Sekda Buteng H Kostantinus Bukide, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah, dan Kades. Peserta upacara terdiri para guru SMA, SMP, SD, dan PAUD serta siswa-siswi SD, SMP, dan SMA.
Usai penaikan bendera merah putih, pembacaan teks Pancasil dan UUD 1945, dilanjutkan dengan amanat inspektur upacara dengan membacakan pidato Menteri Penndidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim oleh Bupati Buteng H Samahuddin.
Setiap bupati membacakan bait pidato Nadiem Makarim yang menyentuh hati para guru, langsung mendapat tepuk tangan gemuruh dari para guru dan siswa peserta upacara. Bagaimana tidak, pesan yang disampaikan dalam pidato singkat dan jelas tersebut, benar-benar menggambarkan apa yang dirasakan para guru selama ini, ingin merdeka dan berkreasi dalam mengajar siswanya.
"Tolong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, edarkan pidato Mendikbud ini di sekolah-sekolah untuk menjadi pedoman para guru mengajar siswa," himbau Samahuddin sebelum para peserta upacara membubarkan diri.
Ditemui usai upacara, bupati mengaku sangat terharu dengan isi pidato Mendikbud RI Nadiem Makarim tersebut. Meskipun singkat, namun sangat menyentuh sampai direlung hati para guru. "Saya saja terharu saat membacakannya," katanya.
Menurut bupati, jika pesan-pesan dalam pidato Mendikbud dalam peringatan Hari Guru Nasional kali ini diterapkan para guru di sekolah, ia yakin akan membawa perubahan untuk kemajuan pendidikan. "Khusus di Buteng akan kita jadikan pedoman para guru untuk mengajar siswa," tandasnya.
Terkait perhatian Pemkab Buteng terhadap peningkatan SDM para guru, melalui Dinas Dikbud sudah memberikan pelatihan-pelatihan cara mengajar yang baik agar kualitas pendidikan di Buteng lebih meningkat lagi. Perhatian lainnya, memporsikan kuota guru lebih banyak setiap ada penerimaan CPNS.
"Termasuk guru-guru honorer tak luput dari perhatian kita dengan meningkatkan honor mereka. Kita di Buteng lebih banyak honornya dibanding daerah-daerah lain yang hanya ratusan ribu," pungkasnya.(uzi)