Berita Terkini
Buteng

Ciptakan Pendidikan Berkualitas, Disdikbud Buteng Tingkatkan SDM Guru

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 6 Desember 2019 16:37 WIB · 3 menit baca
Ciptakan Pendidikan Berkualitas, Disdikbud Buteng Tingkatkan SDM Guru
Kadis Dikbud Kabupaten Buteng, Abdullah, saat diwawancara rekan media

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) para guru untuk menciptakan kualitas pendidikan di daerah berjuluk mengeri seribu gua itu.

Untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dengan output siswa yang unggul, maka salah satu kuncinya adalah meningkatkan SDM para guru dengan berbagai pelatihan model pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif, tidak monoton belajar dalam kelas, tetapi juga menerapkan belajar sambil bermain kepada siswanya dengan menyuguhkan pembelajaran yang menyenangkan.

Terbaru, Disdikbud Buteng melatih guru SD dan SMP se Buteng selama empat hari, Rabu-Sabtu (13-16/11/2019), dengan menghadirkan tim pengajar dari sekolah alam Indonesia-Jakarta di gedung sanggar seni SMPN 2 Buteng.

Kadis Dikbud Kabupaten Buteng, Abdullah, mengatakan jika kualitas dan mutu pendidikan di suatu daerah ingin maju, maka SDM para guru dalam memberikan proses pembelajaran kepada anak didik harus ditingkatkan. "Kalau SDM gurunya berkualitas, saya yakin siswa yang menerima pelajaran dari mereka sudah pasti berkualitas," ungkapnya.

Menurutnya, dengan banyaknya pelatihan yang diikuti maka SDM guru juga semakin meningkat dan memiliki banyak kreativitas dalam proses belajar mengajar di sekolah. "Selama ini cara guru mengajar hanya memberikan teori saja kepada para siswa dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa secara penuh dan terbuka dalam mengutarakan gagasannya sendiri," beber Abdullah.

Ketua PGRI Kabupaten Buteng ini berharap, melalui pelatihan para guru yang digelar pihaknya saat ini akan memperbaiki mutu dan kualitas pendidikan yang ada di Kabupaten Buteng. Pasca mengikuti pelatihan, ada perubahan yang diperoleh para guru untuk diterapkan di sekolahnya masing-masing.

Abdullah mengaku bersyukur, pasca dirinya dilantik menjadi Kadis Dikbud Buteng secara perlahan prestasi pendidikan di Kabupaten Buteng mulai meningkat. Sebelumnya, 2018 lalu Kabupaten Buteng menempati juru kunci terakhir untuk nilai ujian nasional tingkat SMP se Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Alhamdulillah 2019 ini kita sudah keluar dari juru kunci terakhir dan menempati posisi ketujuh dari 17 kabupaten/kota di Sultra. Namun demikian, kita tidak boleh berpuas diri karena masih banyak PR yang harus kita selesaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Buteng ini," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang tenaga pengajar sekolah alam Indonesia yang melatih para guru SD dan SMP di Buteng, Lutfi Hanum, mengatakan pendidikan merupakan tulang punggung perubahan suatu bangsa. Apalagi di era digitalisasi seperti sekarang ini, guru dituntut untuk bisa memberikan pembelajaran yang menarik dan kreatif.

"Paradigma pendidikan kita harus digeser. Tadinya sistimnya teacher center ke student center, sekarang bagaimana berperan memotivasi siswa menyuguhkan pembelajaran yang menyenangkan, seperti menerapkan pembelajaran dengan cara belajar sambil bermain," terangnya.

Lutfi berharap, guru memberikan kecintaan kepada siswa akan semua mata pelajaran agar terbangun tradisi ilmiah. Caranya dengan memberikan pembelajaran yang menyenangkan melalui praktek permainan langsung, belajar aktif dan kunjungan lapangan. "Tentunya dengan fokus pada mata pelajaran tematik," kuncinya.(uzi)