Para Cakades di Wadaga Sepakat Berdamai

PUBLIKSATU, MUBAR - Jelang pemilihan kepala desa (Pilkades) para calon kepala desa (Cakades) se-Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat (Mubar) menggelar deklarasi damai.
Dipimpin Kapolsek Lawa, Iptu Ramli dan didampingi Camat Wadaga, Abdul Razilu Kaaka serta pihak Koramil Lawa, Sertu Nusri, para cakades menyatakan sikap mengikuti proses pemilihan secara damai.
Sebelum itu Iptu Ramli menyampaikan bahwa semua calon yang berkompetitor pada perebutan kursi kepala desa di tuju desa se-Kecamatan Wadaga, adalah figur-figur terbaik yang ada di desa masing-masing. Bagi pemenang berarti peraih suara terbanyak dan bagi yang kalah berarti peraih suara kecil.
"Disini tidak ada yang kalah. Kalau tidak lolos itu berarti suaranya sedikit. Bagi mereka yang sukses berarti peraih suara terbanyak. Jadi jangan ada yang berkecil hati. Hanya belum waktunya untuk menjadi kepala desa (Kades)," ungkapnya, saat acara deklarasi akhir pekan lalu.
Perwira Polri berpangkat dua balok dipundak itu menghimbau kepada semua para calon maupun simpatisan pendukung, maupun masyarakat lain agar tetap menjaga rasa kekeluargaan dan silaturahmi antar sesama. Jangan jadikan pilkades ini sebagai pintu memperpecah persatuan dan kesatuan.
"Kita jangan ada yang berselisih paham hanya karena persoalan beda pilihan. Beda pendapat dan pilihan dalam sebuah demokrasi itu hal biasa. Tetapi persaudaraan harus terjaga. Dalam momentum pilkades ini Wadaga jadikan satu tujuan yakni pemilihan yang aman, damai, sejuk dan sejahtera. Itu yang wajib dipelihara," imbuhnya.
Ia juga menegaskan agar para cakades taat pada aturan dan undang-undang yang berlaku. Termasuk para panitia pemilihan tingkat desa agar bersikap jujur, adil, dan netral. "Soal kegiatan money politik, saya sudah sampaikan penerima dan pemberi haram hukumnya memakan uang itu. Jika terpilih haram juga makan uang hasil money politik,"tegasnya.
Sejauh ini kata dia, Dikecamatan Wadaga belum ada indikasi kampanye hitam maupun tindakan politik menjelang pemilihan nanti. Masing-masing kandidat maupun para pendukung melakukan kegiatan kampanye secara normatif. Semoga kondisi seperti ini akan terus berlangsung hingga pelaksanan pilkades ditahun-tahun mendatang.
"Para calon saling memahami bahwa diantara mereka masih erat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan. Diantara para calon ini tidak ada orang lain. Mereka lahir dari satu rumpun yang sama. Jadi tidak ada kampanye hitam," katanya.
Sementara itu Camat Wadaga, Abdul Razilu Kaaka meluruskan isu miring terkait peranan pemerintah kabupaten Mubar adanya titipan calon kades. Menurutnya, pemkab Mubar tidak pernah mengutus maupun mendukung salah satu calon dalam pemilihan kepala desa. Semua unsur pejabat Pemkab Mubar, netral dalam mengawal pesta demokrasi tingkat desa.
"Soal adanya isu titipan pemerintah terhadap calon kades, itu tidak benar. Perlu dicatat bupati maupun pejabat daerah yang lain tidak pernah mengintervensi pilkades hanya untuk kepentingan pribadi. Semua calon bekerja atas usaha sendiri," timpalnya.
Razilu meminta kepada Badan Perwakilan Desa (BPD) agar bertanggung jawab atas kelangsungan pilkades khusunya desa-desa di Kecamatan Wadaga. Kesuksesan pilkades ada ditangan para BPD. Makanya, dituntut agar bekerja profesional menyukseskan hajatan ini.
"Posisi camat hanya selaku pembina kewilayahan. Para calon silahkan berkopetisi nanti rakyat yang memilih. Saya yakin semua kandidat sudah memiliki rekam jejak. Siapapun yang menang itu adalah keputusan dan pilihan terbaik bagi masyarakat. Jangan kita nodai hasil pilihan mereka," terangnya.(p5)