Sekretaris Komisi IV DPRD Sultra Tinjau Kekurangan Fasilitas SMA/SMK di Buteng

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Fajar Ishak, meninjau beberapa SMA/SMK di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) untuk melihat kekurangan fasilitas sekolah yang bisa dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Termasuk mendata dan menyerap aspirasi dari para guru honorer di sekolah yang dikunjunginya, Kamis (12/12/2019).
Salah satu sekolah yang dikunjungi legislator Hanura itu dan sempat diliput media ini adalah SMAN 1 Gu. Kedatangan Sekretaris Komisi IV yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat (Kesra) itu,
didampingi Sekretaris DPC Hanura Kabupaten Buteng Djoysman Mahuzi. Mereka disambut langsung Kepala SMAN 1 Gu La Boona SPd dan beberapa dewan guru.
"Hanya melakukan tinjauan lapangan saja ke SMA/SMK yang menjadi daerah pemilihan (Dapil) saya. Dalam rangka melihat langsung dan mendata fasilitas sekolah yang masih kurang agar bisa kita perjuangkan dan penuhi melalui DAK nantinya. Begitu juga dengan para honorer yang belum mendapatkan SK dari gubernur," ungkap Fajar Ishak, usai mengumpulkan data dan keterangan dari Kepala SMAN 1 Gu.
Menurut mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Baubau ini, dengan berkunjung langsung ke sekolah yang dijadikan sasaran sampel, dirinya bisa menyerap aspirasi pihak sekolah dalam rangka peningkatan kinerja. "Seperti di SMAN 1 Gu ini yang memiliki jumlah siswa terbanyak di Kabupaten Buteng, ada beberapa kebutuhan dan kekurangan sekolah yang mendesak dan harus diperjuangkan," tandasnya.
Bentuk perjuangan yang akan dilakukannya adalah ketika rapat kerja dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sultra nanti. Disitu akan disampaikan hasil temuan di lapangan akan kebutuhan atau kekurangan fasilitas SMA/SMK di Buteng, mana yang mendesak dan prioritas untuk ditindaklanjuti dan dibiayai melalui DAK. "Kalau belum masuk di APBD Perubahan 2020, diharap bersabar di APBD 2021," janjinya.
Begitu juga dengan nasib para guru honorer yang belum dapat SK. Fajar akan berupaya memperjuangkannya, karena kebijakan Gubernur Sultra Ali Mazi akan menaikan gaji para guru honorer dengan wajar diatas Upah Minimum Provinsi (UMP). "Intinya, apa yang menjadi tugas dan wewenang Komisi IV akan kita perjuangkan dan bisa di-follow up pihak pemerintah," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala SMAN 1 Gu, La Boona SPd, mengaku bersyukur sekolahnya menjadi target dan sasaran Komisi IV DPRD Provinsi Sultra untuk diperhatikan pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
"Saya tidak menyangka sebelumnya karena tidak ada komunikasi sama sekali dengan anggota DPRD kita, tiba-tiba datang berkunjung. Kalau tahu dari awal, mungkin kita akan lakukan penyambutan khusus dengan para dewan guru dan siswa. Terima kasih kepada Pak Fajar yang siap memperjuangkan kebutuhan sekolah kami," ucapnya.
Dari hasil dialognya dengan Sekretaris Komisi IV DPRD Sultra tersebut, dirinya telah membeberkan kekurangan fasilitas sekolah. Diantaranya, rehab kantor kepala sekolah, aula sekolah, tambahan satu RKB laboratorium komputer, laboratorium fisika dan biologi yang masih digabung, tambahan ruang WC dari tiga diusul menjadi tujuh karena tidak bisa melayani 654 siswa.
"Saya juga menitipkan dua orang guru honorer yang belum mendapatkan SK dari gubernur. Karena dari 16 orang guru honorer di SMAN 1 Gu ini, tinggal dua orang itu yang belum ada SK-nya," beber La Boona.(uzi)