Tim KARS Survei Standar Nasional Akreditasi RSUD Buteng

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Tim Surveyor Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pusat, melakukan survei dan penilaian Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) tahap I Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) sebagai rumah sakit baru bertipe D selama tiga hari, Rabu-Jumat (18-20) Desember 2019.
Hari pertama, Rabu (18/12), Tim KARS yang terdiri dari tiga orang tersebut (Bidang Manajemen, Bidang Medis, Bidang Perawat), disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Buteng H Kostantinus Bukide bersama Kepala RSUD Buteng dr Karyadi dan manajemen RSUD. Tim meninjau semua sarana dan prasarana serta fasilitas RSUD Buteng.
Hari kedua, Kamis (19/12), dilaksanakan penilaian manajemen rumah sakit dan wawancara para dokter. Bupati Buteng H Samahuddin yang didampingi Sekda Kostantinus Bukide yang hadir di hari kedua tersebut, ikut pula diwawancarai selaku kepala daerah terkait apa yang sudah dan akan dilakukan kedepannya dalam membangun dan mengembangkan RSUD Buteng sesuai visi dan misinya.
"Saya sudah diwawancarai dan tim KARS cukup puas dengan halaman dan pelataran rumah sakit, termasuk beberapa fasilitas dan sarana prasarana lainnya. Tinggal izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), IMB, dan izin penyimpanan sementara limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)," beber bupati usai diwawancara Tim KARS.
Samahuddin menegaskan, terkait kekurangan itu Pemkab Buteng bisa mengatasinya secepatnya. Apalagi IPAL-nya saat ini sementara dipasang dan IMB serta izin penyimpanan sementara limbah B3 bisa dituntaskan, karena Pemkab Buteng sendiri yang keluarkan.
Mengenai sumber daya manusia (SDM), kata bupati, RSUD Buteng hanya kekurangan tiga dokter spesialis saja. Tapi hal itu telah diatasi dengan membuka lowongan pada penerimaan CPNS. Sementara dokter umum sudah cukup untuk rumah sakit bertipe D seperti RSUD Buteng yang baru enam bulan beroperasi.
-
Bupati Buteng H Samahuddin dan Tim KARS bersama para pegawai RSUD Buteng
"Mudah-mudahan kita lulus akreditasi SNARS ini, supaya bisa bekerja sama dengan BPJS untuk melayani pasien yang ditanggung BPJS," harap Samahuddin.
"Apabila hal itu sudah dicapai, maka pelayanan harus lebih ditingkatkan. Dokter dan perawat serta bidan harus ramah dengan pasien. Jangan membuat pasien kecewa dengan pelayanan kita," pesannya.
Di tempat yang sama, Kepala RSUD Buteng dr Karyadi, mengatakan survey dan penilaian akreditasi SNARS bertujuan
untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan serta keamanan, baik untuk pasien, petugas dan lingkungan. Dengan dilaksanakannya survey akreditasi ini, maka nanti akan diberikan sertifikat akreditasi yang terdiri dari beberapa tingkatan dan tentunya akan bedampak baik bagi pelayanan.
"Untuk rumah sakit tipe D, sarana dan prasarana bangunan RSUD Buteng sudah 80 persen. Kekurangannya tinggal gedung radiologi, ICU, gedung jenazah, dan pengelolaan loundry. Termasuk beberapa penambahan alat kesehatan (Alkes), karena kaitannya dengan pengadaan gedung yang baru harus dilengkapi dengan Alkes dan tenaganya," beber Karyadi.
RSUD Buteng sendiri, kata dia, sudah beroperasi enam bulan dengan membuka pelayanan umum dan belum ada kerja sama dengan BPJS. "Selama enam bulan itu sudah banyak pasien dari Buteng yang tertangani. Bahkan beberapa diantaranya ada pasien dari Kabupaten Muna seperti dari Wakuru dan Tongkuno," tuturnya.
Saat ini, tenaga medis dan karyawan RSUD Buteng sebanyakl 129 orang. Minus enam petugas cleaning service dan dua orang satpam.(uzi)