Bupati Buteng Serahkan Bantuan 120 Unit Mesin Jahit
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin menyerahkan bantuan 120 unit mesin jahit kepada enam kelompok binaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) di enam desa dari dua kecamatan. Serah terima bantuan yang bersumber dari dana tugas pembantuan Kementerian Ketenagakerjaan RI itu, berlangsung di halaman
kantor bupati, Jumat (20/12).
Enam kelompok binaan Disnakertrans Kabupaten Buteng dari enam desa yang mendapat bantuan mesin jahit ini yakni empat desa dari Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim), satu desa dari Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng), dan satu desa dari Kecamatan Mawasangka.
Dari Kecamatan Mastim, yakni Desa Lagili, Desa Wambuloli, Desa Lasori, dan Desa Wantopi. Sementara dari Kecamatan Masteng yakni Desa Watorumbe dan Kecamatan Mawasangka Desa Kancebungi. Setiap kelompok dalam satu desa tersebut beranggotakan 20 orang, sehingga masing-masing anggota mendapat satu unit mesin jahit.
Kadis Nakertrans Kabupaten Buteng, La Saripi, menerangkan Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui Dinas Nakertrans Kabupaten Buteng untuk tahun 2019 ini mendapatkan dana tugas pembantuan sebesar Rp 720.600.000.
Dana tersebut dialokasikan untuk kegiatan padat karya infrastruktur Rp 230 juta, kegiatan wirausaha tenaga kerja mandiri melalui pola pendampingan (base line) Rp 420 juta, dan layanan administrasi kegiatan Rp 70.600.000.
"Pada pelaksanaan kegiatan tenaga kerja mandiri melalui pola pendampingan pada tahun ini, kami fokuskan pada pada pelatihan menjahit. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan instruktur dari SMKK Baubau dan dilaksanakan di gedung bursa kerja khusus," ungkap La Saripi.
-
Bupati Buteng H Samahuddin menyerahkan bantuan mesin jahit kepada para penerima di halaman kantor bupati
Mantan Asisiten I Setkab Buteng ini menambahkan, setelah diberikan pelatihan menjahit para kelompok binaan pihaknya tersebut kemudian diberikan bantuan mesin jahit untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengisi kesempatan kerja, sehingga taraf hidup dapat terus berlanjut.
Ditanya, kenapa hanya tiga kecamatan saja yang dibina dan diberikan bantuan mesin jahit, padahal ada tujuh kecamatan di Kabupaten Buteng? La Saripi menjelaskan, tahun ini giliran Kecamatan Mastim, Masteng, dan Mawasangka yang mendapatkan bantuan.
"Tahun lalu, masih Kadis Nakertrans sebelum saya sudah memberikan bantuan dalam bentuk lain untuk Kecamatan Lakudo, Gu, dan Sangia Wambulu. Kalau tidak salah pelatihan Tata Boga dan tindaklanjut bantuannya saya tidak tahu. Tapi, kalau saya lebih memilih bantuan mesin jahit ini untuk Kecamatan Mastim, Masteng, dan Mawasangka," tutur La Saripi.
Dengan demikian, tersisa satu kecamatan yakni Talaga Raya yang belum mendapatkan bantuan dari dana tugas pembantuan. "Tahun depan giliran Kecamatan Talaga Raya lagi. Bentuk bantuannya nanti kita kondisikan dengan kebutuhan masyarakatnya," pungkas La Saripi.
Bupati Buteng H Samahuddin, usai menyerahkan bantuan berharap kepada para penerima untuk memanfaatkan bantuan mesin jahit tersebut dengan sebaik-baiknya. Apalagi sebelumnya sudah mengikuti pelatihan, sehingga tinggal mengembangkannya lagi dan bisa membuka orderan menerima pesanan jahitan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga masing-masing.
"Pemerintah tidak hanya sekedar memberikan bantuan mesin jahit saja, tapi akan berpikir lagi bagaimana memberdayakan ibu-ibu sekalian agar kelompoknya atau masing-masing anggota yang akan membuka orderan jahitan dapat orderan," timpal bupati.
Samahuddin berjanji akan membuat kebijakan pakaian sekolah pada hari-hari tertentu menggunakan sentuhan Buteng, mulai dari tingkat TK sampai SMA. Tak perlu lagi menggunakan pakaian batik yang harus jauh-jauh di pesan di Jawa. "Kita harus gunakan pakaian sentuhan Buteng agar para penjahit kita berdaya. Sekolah-sekolah harus ke penjahit Buteng dan tidak perlu lagi menjahitnya di Baubau," paparnya.
Samahuddin menambahkan, bila perlu dengan ASN juga untuk menggunakan pakaian sentuhan Buteng pada hari-hari kerja tertentu dan untuk menjahitnya ke para penjahit yang ada di Buteng. "Tentu saja ini akan menggerakan perekonomian para pengusaha kecil kita, utamanya usaha penjahit pakaian," kunci sarjana ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia (STIM-LPI) Makassar ini.
Salah seorang penerima bantuan mesin jahit dari Desa Kancebungi, Nur Fajri (27), mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Buteng atas pemberdayaan yang sudah dilakukan kepada dirinya dan rekan-rekannya. Mulai dari ilmu dengan diberikan pelatihan hingga diperkuat dengan pemberian bantuan mesin jahit.
"Saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Buteng, khususnya bapak bupati yang sudah menyerahkan bantuan kepada kami. Apa yang menjadi pesan beliau untuk memanfaatkan bantuan ini, insya Allah akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya," singkatnya.(uzi)