Uji Coba Mobil Damkar Hasil Modifikasi, Bupati Puas

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin menunjukan kepuasannya saat menyaksikan uji coba mobil pemadam kebakaran (Damkar) hasil modifikasi dari mobil rusak yang sebelumnya dipakai untuk menyiram perkerasan jalan agar tidak berdebu.
Uji coba dilakukan di halaman kantor bupati untuk melihat kekuatan semprotan ke udara dan semprotan air dari selang besar dan kecil, Senin (23/12).
Bupati Buteng H Samahuddin mengaku bersyukur Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) sudah memiliki mobil Damkar sejak dibentuk 2016 lalu, meskipun hanya memanfaatkan hasil modifikasi dari mobil bekas.
"Dari pada mobil rusak itu jadi besi tua, lebih baik diperbaiki dan saya inisiatif jadikan sebagai mobil pemadam. Sebelumnya mesin mobil sudah banyak yang rusak dan bannya sudah tidak ada," beber bupati.
Untuk memperbaiki mobil rusak tersebut dan memodifikasinya menjadi mobil Damkar berserta kelengkapan alatnya, Pemkab Buteng menganggarkannya melalui APBD sebesar Rp 200 juta lebih di DPA Sekretariat Daerah tahun anggaran 2019.
"Anggaran modifikasinya menjadi mobil Damkar Rp 200 juta lebih. Padahal, kalau beli mobil Damkar baru yang standar ukuran sedang harganya mencapai Rp 1,4 miliar. Sebagai daerah baru, kita masih terbatas anggaran sehingga kita manfaatkan dulu mobil modifikasi ini," tukasnya.
-
Mobil Damkar hasil modifikasi saat diuji coba menyemprot ke atas.
Samahuddin mengaku, mobil Damkar di Kabupaten Buteng tidak bisa hanya satu unit saja, mesti ada mobil Damkar standar lebih dari satu. "Pelan-pelan kita akan tambah satu unit mobil Damkar lagi, sembari kita berupaya mendapatkan bantuan dari pusat. Sebenarnya sudah tiga kali kita bermohon, tapi sampai sekarang belum ada realisasi," keluhnya.
Kasat Pol-PP dan Damkar Kabupaten Buteng, Jamuri, menambahkan pihaknya sudah mengantar proposal ke pemerintah pusat dan bahkan mempresentasikan wilayah Kabupaten Buteng dari tujuh kecamatan yang sangat membutuhkan mobil Damkar. "Kita sudah pernah dijanjikan 2019 ini, namun setelah kita tanyakan kembali alasannya tidak ada anggaran lagi," tuturnya.
Beruntung, ada inisiatif bupati memodifikasi mobil air yang sudah rusak menjadi mobil Damkar yang bermanfaat. "Kita bisa lihat sendiri hasil uji cobanya, bisa berfungsi dengan baik seperti mobil Damkar standar. Dari pada Buteng tidak ada sama sekali mobil Damkarnya, lebih baik manfaatkan dulu yang ada," timpal Jamuri.
Hanya saja, mobil Damkar hasil modifikasi tersebut belum diserahkan Pemkab Buteng kepada Satpol-PP dan Damkar. Pihaknya juga akan terus berupaya meminta bantuan selain dari pemerintah pusat, seperti hibah dari luar negeri untuk mendapatkan mobil Damkar.(uzi)