Berita Terkini
Buteng

Atasi Krisis Air Bersih di Desa Lowu-Lowu, Pemkab Buteng Siapkan PDAM 2020

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 30 Desember 2019 17:21 WIB · 4 menit baca
Atasi Krisis Air Bersih di Desa Lowu-Lowu, Pemkab Buteng Siapkan PDAM 2020
Warga Desa Lowu-Lowu saat berdialog dengan Pemkab Buteng terkait krisis air bersih di desa mereka di aula kantor bupati

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Untuk mengatasi krisis air bersih di Desa Lowu-Lowu dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Buton Tengah (Buteng) secara umum, Pemkab Buteng akan membentuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) 2020 nanti.

Belum lama ini, anggaran pembentukan PDAM Buteng tersebut sudah ditetapkan melalui APBD 2020 dan sementara ini dalam proses mempersiapkan manajemen organisasinya dan sumber daya manusia (SDM) didalamnya. Hal ini dilakukan karena tidak jelasnya penyerahan aset PDAM Kabupaten Buton yang ada di Kabupaten Buteng.

Demikian disampaikan Asisten II Setkab Buteng, La Angkata, ketika berdialog dengan warga Desa Lowu-Lowu, Kecamatan Gu di aula kantor bupati setelah sebelumnya sempat berorasi di depan kantor bupati, beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, warga Desa Lowu-Lowu selama ini mengalami krisis air bersih sudah bertahun-tahun. Ditambah lagi dengan diputuskannya pipa sambungan ke rumah-rumah warga kurang lebih sebulan belakangan ini. Pihak PDAM Buton Unit Lombe yang bertanggungjawab akan kondisi ini hanya membiarkan warga antre di pipa induk pada malam hari.

Maka itu, warga Desa Lowu-Lowu melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Buteng dengan meminta pihak PDAM segera mengalirkan air secepatnya di Desa Lowu-Lowu. Mengganti pipa induk dan pipa sambungan kilometer ke rumah warga yang sudah tidak layak pakai.

Mendesak Pemkab Buteng untuk mencarikan solusi secepatnya agar warga Desa Lowu-Lowu bisa dialirkan air bersih dalam waktu dekat. Mendesak Bupati Buteng untuk secepatnya melakukan pengalihan aset PDAM Buton ke Kabupaten Buteng.

"Masalah yang saudara-saudara alami ini, saya kira dirasakan juga desa-desa lainnya di Kabupaten Buteng seperti di Lakudo juga ini. Hanya bedanya, Desa Lowu-Lowu sudah lama merasakannya. Kesusahan ini tidak akan lama lagi, karena Pemkab Buteng sudah akan membentuk PDAM sendiri dan tidak tergantung lagi pada PDAM Buton," ungkap La Angkata saat menanggapi tuntutan warga Desa Lowu-Lowu.

Pembentukan PDAM Buteng ini, kata dia, ditempuh karena keidakjelasan dan lambatnya proses pengalihan aset PDAM Buton yang ada di Buteng. Padahal, Pemkab Buteng dan Pemkab Buton sudah beberapa kali melakukan rapat bersama, tapi ada saja kendala yang menghambatnya.

"Dari pada repot urusnya, lebih baik Pemkab Buteng bangun PDAM sendiri. Alhamdulillah, sudah dirapatkan bersama DPRD Buteng dan sudah dianggarkan, sehingga 2020 nanti sudah bisa action. Sekarang ini sudah disiapkan organisasi dan SDM didalamnya," bebernya.

Sembari menunggu pembentukan PDAM Buteng tersebut, Pemkab Buteng akan coba mengupayakan sementara pengaliran air di Desa Lowu-Lowu. "Kita akan konsultasikan dan bicarakan kepada pihak PDAM Buton Unit Lombe agar krisis air di Desa Lowu-Lowu dapat diatasi secepatnya," timpal La Angkata.

Mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Buteng ini, berjanji akan mengutus Bagian Ekonomi dan Tapem untuk turun ke lapangan bersama DPRD, Kepolisian, Satpol-PP, dan pihak terkait lainnya untuk mengatasi krisis air bersih d Desa Lowu-Lowu.

Anggota DPRD Buteng, Dapil Kecamatan Gu-Sangia Wambulu, Azaludin mengaku siap turun ke Desa Lowu-Lowu bersama Pemkab Buteng dan pihak terkait untuk mencari solusi agar Desa Lowu-Lowu dialirkan air bersih secepatnya dan normal kembali seperti semula.

"Memang PDAM Buton Unit Lombe itu bukan milik Pemkab Buteng, namun bukan berarti tidak bisa kita komunikasikan agar ada solusi yang baik. Besok (Hari ini, red), saya akan turun bersama pihak terkait lainnya ke Desa Lowu-Lowu untuk melihat kerusakan pipanya dan hasilnya akan saya laporkan kepada pimpinan," tandas legislator PDIP ini.

Menanggapi solusi yang disampaikan Pemkab Buteng dan anggota DPRD tersebut, salah satu warga Desa Lowu-Lowu, Umar, mengaku sangat mengapresiasi dan mendukung langkah Pemkab Buteng untuk membentuk PDAM sendiri 2020 nanti. Hanya saja, mereka tidak bisa menunggu itu karena kebutuhan air di desanya sangat mendesak.

"Pemkab Buteng harus mencarikan solusi secepatnya agar desa kami dialiri air bersih dengan normal. PDAM Unit Lombe harus bisa didesak untuk mengganti pipa yang sudah rusak, tua, dan karatan dengan yang baru. Biar bukan pipa standar internasional, pipa biasa saja tidak apa-apa asalkan desa kami teraliri air bersih secepatnya," sambung Rijal, warga Desa Lowu-Lowu lainnya.(uzi)