Pimpin Apel Siaga Bencana, Wabup Buteng: Tanggap Bencana Tanggungjawab Bersama

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) bersama TNI/Polri memusatkan apel siaga bencana di Pantai Ketembe, Desa Madongka, Kecamatan Lakudo, Senin (13/1/2019).
Apel dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Buteng Kapten Inf (Purn) La Ntau, dihadiri Sekda Buteng H Kostantinus Bukide, Staf Ahli, Asisten, para Kepala OPD, Camat, Danramil, Kapolsek, Lurah, dan Kades se Kabupaten Buteng.
Sebelum memberikan arahannya, Wabup La Ntau sempat memeriksa pasukan apel yang terdiri dari barisan TNI, Polri, Satpol-PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perhubungan, SAR, dan ASN. Dalam memeriksa pasukan apel tersebut, Wabup didamping Sekda Buteng, Kepala BPBD Buteng Muh Yusup, dan Komandan Apel Danramil Mawasangka.
"Apel siaga bencana merupakan salah satu wujud kepedulian kita untuk menciptakan rasa aman, percaya dan senasib sepenanggungan kepada masyarakat, terutama mereka yang berpotensi maupun tengah mengalami bencana," ungkap La Ntau mengawali arahannya.
Menurutnya, kegiatan apel siaga bencana seperti ini harus dimaknai sebagai ikhtiar penting yang harus dilakukan secara terus menerus hingga terjalin koordinasi yang baik antar semua elemen. Terpenting mengetahui bagaimana menangani bencana dalam beberapa tahapan, yakni pra bencana, darurat bencana, dan pasca bencana.
"Harus ada upaya kita bagaimana dapat meminimalisir dampak yang mungkin terjadi akibat bencana tersebut atau yang biasa disebut mitigasi bencana," tukasnya.
Maka itu, dirinya berharap kepada pihak-pihak terkait dapat memberikan berbagai informasi kepada warga. Utamanya masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana, sehingga masyarakat dapat memahami apa-apa yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
"Apel yang kita laksanakan ini bukan kegiatan seremonia belaka, tetapi merupakan manifestasi kesiapan pemerintah daerah, TNI, Polri, maupun komponen masyarakat lainnya dalam mengantisiapsi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi dalam kondisi cuaca saat ini yang begitu ekstrim seperti hujan deras menyebabkan terkikisnya tanah hingga rawan longsor, gelombang laut yang tinggi, dan angin kencang," paparnya.
-
Wabup Buteng La Ntau berpose bersama TNI dan Polri usai apel siaga bencana di Pantai Katembe.
Orang nomor dua di Kabupaten Buteng ini menegaskan, maslaah bencana bukan hanya tugas pemerintah daerah, TNI, Polri, SAR, maupun instansi terkait semata. "Semua harus menyadari bahwa tanggap bencana merupakan panggilan kemanusiaan dan menjadi tanggungjawab bersama selaku masyarakat, sehingga semua pihak tidak boleh lengah dalam kondisi cuaca seperti saat ini," pungkas La Ntau.
Di tempat yang sama, Kepala BPBD Kabupaten Buteng, Muh Yusup menambahkan, bencana yang terjadi beberapa daerah mengharus daerah lainnya melakukan kesiapsiagaan, termasuk Kabupaten Buteng. Maka itu, pemerintah daerah, TNI dan Polri menggelar apel siaga sehingga sudah siap menghadapi bila terjadi bencana.
"Untuk Buteng sendiri, ada empat rawan bencana yang harus ditanggulangi dan menjadi konsentrasi BPBD, yakni banjir rob, tsunami, angin puting beliung, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Saat ini yang kita hadapi adalah banjir rob dan angin puting beliung," beber Yusup.
Sejauh ini, pihaknya tersu memberikan informasi waspada bencana ke masyarakat setelah mendapatkan informasi dari BMKG Provinsi Sultra terkait kondisi cuaca. Penyebaran yang mereka lakukan melalui media sosial maupun group Whatsapp OPD, camat, lurah dan Kades.
"Bahkan, saat ini kami sudah menyiapkan Posko Bencana di Kecamatan Lakudo (Kantor, red) dan Kecamatan Talaga Raya yang sudah terkena dampak banjir rob," tutupnya.(uzi)