Resmikan Wisata TWI, Bupati Puji Kinerja Kades Walando

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Sukses membangun wisata Tebing Walando Indah (TWI) yang dilengkapi kolam renang dan berhasil meraup Rp 8 juta sehari dari para pengunjung saat diujicoba liburan tahun baru lalu, Kepala Desa (Kades) Walando Mursidi mendapat pujian dari Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin.
Pujian dilontarkan bupati saat meresmikan wisata TWI bersama wakil bupati Kapten Inf (Purn) La Ntau, Kamis (16/1/2020). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita menuju kolam renang dan pajangan huruf-huruf kapital warna-warni yang bertuliskan "TEBING WALANDO INDAH".
TWI yang dibangun dengan menggunakan dana desa ini, terletak diatas bukit Desa Walando yang menawarkan pemandangan seluruh kawasan Lombe. Dari atas bukit itu pula, gunung Lambelu dan gunung Kabaena tampak jelas terlihat. Apalagi waktu sore hari sambil menantikan sunset atau matahari terbenam di ufuk barat.
"Sudah kreasi seperti inilah yang saya cari-cari, dana desanya kelihatan. Terus terang, selama ini saya belum puas dengan dana desa di Buteng. Alhamdulillah, hari ini sudah ditunjukan Kades Walando dengan inisiatifnya membangun wisata Tebing Walando Indah hingga menciptakan perputaran ekonomi desa dan masyarakatnya," ungkap Samahuddin saat memberikan sambutan.
Orang nomor satu di Buteng ini mengaku, terciptanya perputaran ekonomi masyarakat dan bertambahnya Pendapatan Asli Desa (PAD) inilah yang membuat dirinya puas. Apalagi mendapat laporan saat kolam renang TWI diujicoba langsung meraup Rp 8 juta hanya dalam waktu sehari.
"Luar biasa sekali sampai dapat Rp 8 juta itu hanya dalam waktu sehari saja saat dibuka. Kalau rata-rata seperti itu, maka sangat besar sekali PAD yang masuk dalam sebulan. Tapi, terlalu tinggi kita beranda-andai seperti itu. Cukup Rp 1 juta atau Rp 500 ribu saja sehari, sudah cukup bagus," tandasnya.
Samahuddin mengingatkan kepada desa-desa lainnya agar memanfaatkan dana desa tepat sasaran dan menguntungkan masyarakat. "Jangan seperti membangun jalan usaha tani, padahal tidak ada kebun jambunya disitu dan tidak banyak yang lewati. Akhirnya hanya babi saja yang lewati," sindirnya.
Menurutnya, dari pada bangun jalan usaha tani lebih baik dimanfaatkan untuk menata dalam desa saja. Apalagi misalnya desa itu kumuh. Sehingga kalau ditata, akan menjadi desa yang bersih dan indah.
Sebelumnya, Kades Walando Mursidi menuturkan, TWI dibangun sejak 2018 lalu dan dilanjutkan 2019 dengan total anggaran Rp 753.453.000. "TWI ini akan terus kami tingkatkan karena dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Walando. Menghasilkan perputaran ekonomi dalam desa dan menambah pendapatan desa. Itu terlihat saat ujicoba dan hari pertama mendapatkan PAD desa kurang lebih Rp 8 juta," tuturnya.
Mursidi melaporkan, selain wisata TWI yang bisa mendatangkan PAD, Desa Walando juga memiliki aset lainnya yakni pengelolaan air desa yang bersumber pula dari dana desa. "Wisata TWI ini akan terus kami kembangkan dan kami hanya minta kepada pak bupati untuk mengaspalkan jalannya, karena medannya mendaki bukit," pinta Mursidi.
Dalam peresmian wisata TWI tersebut, turut dihadiri salah satu dosen Universitas Haluoleo (UHO), para Kepala OPD, Camat Gu Amir, Kapolsek Gu Iptu Yutaman, lurah dan sejumlah Kades di Kecamatan Gu, serta masyarakat Desa Walando.(uzi)