2020, PUPR Mubar Masih Fokus Poles Jalan
Bagikan

PUBLIKSATU, MUBAR - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muna Barat (Mubar) seakan belum puas dengan progres pekerjaan jalan yang dihasilkan selama ini. Sebab, tahun 2020 anggaran yang dituangkan dalam dokumen APBD masih terfokus pada penataan akses jalan. Baik itu lanjutan pekerjaan jalan di desa-desa maupun jalan lingkar Kota Laworo.
Kepala Dinas PUPR Mubar, Ir. Karimin mengakui bahwa rencana kerja anggaran diintansi yang dipimpinnya itu tahun 2020 ini masih terpusat pada penataan akses-akses jalan. Baik itu jalan di desa-desa maupun lanjutan pekerjaan jalan ringroad Kota Laworo.
"Tahun ini kita masih fokus pada penataan akses jalan. Semua jalan yang belum teraspal kita tingkatkan. Karena salah satu pendukung penggerak ekonomi masyarakat dan daerah, terletak pada mudahnya akses. Jika akses baik, maka pemasaran hasil-hasil produksi pertanian lancar," ungkapnya.
Untuk mendukung program tersebut PUPR Mubar, memplotkan anggaran khusus jalan cukup besar sekitar kurang lebih Rp. 57 miliar. Duit itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Katanya, dari DAK sebesar Rp. 6 miliar lebih dan DAU sebesar Rp. 51 miliar.
"DAK kita alokasikan untuk peningkatan jalan poros Lakalamba-Lawada Jaya senilai Rp. 2,1 miliar. Kemudian peningkatan jalan poros dari Lawada Jaya-Katangana senilai Rp. 4,4 miliar. Untuk DAU dengan total anggaran Rp. 51 miliar untuk peningkatan jalan di 28 paket jalan diantaranya, peningkatan jalan poros Wuna-Lafinde untuk jalur dua, dan juga Waturempe-Kelurahan Tiworo," katanya.
Selain terpusat pada peningkatan jalan, mereka juga memusatkan perhatian pada bidang irigasi dan SPAM. Tahun ini PUPR Mubar akan merehabilitasi jaringan daerah irigasi Lawada Jaya. Dana yang disiapkan untuk merehabilitasi jaringan irigasi tersebut sebesar Rp. 4,6 miliar.
"Kemudian peningkatan SPAM di Desa Gala, Kecamatan Maginti, anggarannya Rp. 100 juta. Pengembangan jaringan perpiaan di Desa Bangko, untuk sambungan air bersih kerumah-rumah warga anggarannya senilai Rp. 340 juta," terang, Karimin.(p5)