Reses Sehari di Buteng, Rasyid Syawal Serap Aspirasi Masyarakat Tiga Kecamatan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Reses masa sidang I 2019-2020 di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing, dimanfaatkan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H Abdul Rasyid Syawal dengan menyerap aspirasi masyarakat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Gu, Lakudo, dan Sangia Wambulu, Senin (3/2).
Di Kecamatan Gu, anggota DPRD Sultra empat periode ini melaksanakan resesnya di SMAN 3 Gu di Desa Lakapera. Aspirasi yang diserap di sekolah ini diantaranya, peningkatan sarana dan prasarana pagar keliling sekolah, peralatan laboratorium IPA, dan fasilitas olahraga.
Selain itu, pihak sekolah juga mengusulkan kenaikan honor Guru Tidak Tetap (GTT). Termasuk permohonan penambahan guru PNS, sebab di SMAN 3 Gu ini hanya terdapat empat orang guru PNS termasuk kepala sekolah (Kepsek).
Aspirasi lainnya yang diminta masyarakat Desa Lakapera, yakni permohonan bantuan alat-alat pertanian, peningkatan jalan provinsi poros Lakapera-Wamengkoli, dan permohonan peraturan gubernur (Pergub) terkait sumbangan sukarela orang tua siswa.
Usai reses di Desa Lakapera, Rasyid Syawal lanjut lagi di Kecamatan Lakudo berpusat di SMAN 1 Lakudo yang dihadiri langsung Camat Lakudo, Usman.
Aspirasi masyarakat Lakudo yang jadi catatannya diantaranya perlunya pemberdayaan bagi nelayan (modal Ranjungan Kepiting dan Karamba), bantuan rumah-rumah ibadan dan majelis taklim, sarana prasarana pendidikan (pagar keliling dan laboratorium IPA), bantuan modal dan keterampilan PKK, peningkatan honor guru GTT, dan sarana air bersih.
Titik ketiga yang dikunjungi Rasyid Syawal dalam resesnya tersebut adalah di Kecamatan Sangia Wambulu, Desa Baruta Doda Bahari. Di kampung halamannya ini, dirinya menampung beragam aspirasi dan persoalan pelik terkait hama rumput laut yang menyebabkan masyarakat mogok kerja.
-
Anggota DPRD Sultra, H Abdul Rasyid Syawal, menyerap aspirasi masyarakat Desa Baruta Doda Bahari saat melakukan reses di Buteng.
Betapa tidak, setiap warga yang menurunkan bibit rumput laut di rakit apung mereka, langsung diserbu segerombolan ikan yang memakan dan menghabiskan bibit rumput laut mereka.
"Persoalan ini secepatnya akan saya komunikasikan dengan Dinas Perikanan Provinsi Sultra untuk dicarikan solusi atau penanganan khusus. Supaya masyarakat tidak kehilangan pekerjaan yang menjadi tumpuan hidupnya di kampung ini," janji Ketua DPW PPP Sultra ini.
Tak hanya itu, aspirasi lainnya yang ditampung dari masyarakat Baruta Doda Bahari ini seperti bantuan modal pertanian, perikanan, peternakan dan rumah ibadah. Peningkatan sarana kesehatan dan air bersih, serta sarana pendidikan.
Kepada para pelajar, Rasyid Syawal menitip pesan agar mereka tidak kendur semangat dan tekadnya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang harus mendapat dorangan dari orang tua masing-masing, meskipun dari segi ekonomi terbilang kurang mampu.
"Saat ini pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi telah menyiapkan beasiswa bagi yang berprestasi maupun kurang mampu. Di Pemda Buteng ada beasiswa SamaTau cerdas dan di Pemprov Sultra ada beasiswa Sultra cerdas yang cukup besar," bebernya.
Rasyid Syawal mengaku, apa yang menjadi aspirasi masyarakat Buteng akan diperjuangkannya di tingkatan pemerintah Provinsi Sultra untuk bisa disahuti dan diprogramkan pada tahun 2021 nanti.(uzi)