Baitul Makmur Reses Perdana di Wakontu
Bagikan

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Anggota DPRD Kabupaten Muna Barat (Mubar) dari Partai Demokrat Baitul Makmur, menggelar reses di Desa Wakontu, Kecamatan Wadaga, Minggu (9/2).
Reses perdana yang dihelat Baitul Makmur tersebut tidak hanya dihadiri masyarakat dari Desa Wakontu, tapi termasuk masyarakat dari desa lain yang ada di Kecamatan Wadaga.
Sejumlah aspirasi diserap dari masyarakat dan menjadi pokok pikiran bagi dia kedepan untuk disampaikan kepada pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) Mubar. Diharapkan apa yang menjadi catatannya saat tatap muka dengan masyarakat dapat diakomodir Pemkab untuk ditindaklanjuti.
"Ini reses perdana bagi kami anggota dewan termasuk saya. Kegiatan ini perintah undang-undang yang harus kita lakukan. Kita menyerap aspirasi dari konstituen sebagai perwakilan mereka dijajaran pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Muna Barat,"ungkap, Baitul.
Katanya, semua anggota dewan Mubar diberi tugas agar kembali kedaerah pilihan (Dapil) masing-masing dan menyerap aspirasi mereka. Hasil reses tersebut nantinya akan dilanjutkan kepada pemerintah khusunya dinas terkait sebagai bahan pertimbangan untuk anggaran tahun 2021 mendatang.
"Harusnya saya reses dari awal pekan lalu. Tetapi karena saat itu masih ada kegiatan partai, nanti sekarang baru saya laksanakan. Kegiatan ini tanggung jawab moral kami sebagai perwakilan masyarakat mendengar dan melihat secara masalah-masalah yang mereka hadapi,"katanya.
Sebagai perwakilan masyarakat dari Dapil II yang meliputi Barangka, Lawa, Wadaga, dan Tiworo Selatan, sekretaris komisi dua DPRD Mubar itu berjanji berusaha mencarikan solusi apa yang menjadi keluhan-keluhan masyarakat. "Saya terima semua bentuk aspirasi dan masukan. Sebagai wakil rakyat tentu akan menyampaikan keluhan dan permintaan masyarakat kepada pihak eksekutif sekaligus mengawal aspirasi tersebut agar dapat terealisasi,"terang dia.
Dikesempatan itu warga menyampaikan sejumlah masalah agar menjadi perhatian. Diantaranya pembuatan deker dan drainase, kebutuhan alat-alat pertanian serta peternakan maupun pengembangan destinasi wisata yang ada dibeberapa desa.
Askar salah seorang warga menyampaikan selama ada anggota dewan di Mubar, nanti sekarang ini baru ada kegiatan reses. Pasca Mubar menjadi daerah otonomi baru belum ada anggota DPRD yang terlihat melakukan kegiatan reses seperti ini.
"Suatu kesyukuran bagi kami masyarakat bisa bertatap muka secara langsung dengan anggota dewan dengan menyampaikan masalah-masalah yang kami alami. Semoga saja yang dikeluhkan tersampaikan kepada pihak terkait dalam hal ini pemerintah daerah,"tutur Askar.(p5)