Berita Terkini
Buteng

Derita Epilepsi, Waandi Warga Desa Doda Bahari Dikawal Rekam KTP-el di Dinas Dukcapil

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 18 Februari 2020 15:18 WIB · 3 menit baca
Derita Epilepsi, Waandi Warga Desa Doda Bahari Dikawal Rekam KTP-el di Dinas Dukcapil
Waandi (Tengah) berpose bersama Kapolsek Sangia Wambulu, Kepala Puskesmas, Kades Doda Bahari, Babinsa, Bhabinkamtibmas , dan Bidan Desa

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Waandi (60) warga miskin Desa Doda Bahari, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng)

yang memiliki riwayat penyakit Ayan atau Epilepsi, dikawal Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Pemdes setempat saat melakukan perekaman KTP-el di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Senin (17/2/2020).

Pengawalan sengaja dilakukan karena dikhawatirkan jangan sampai saat di perjalanan atau sedang melakukan perekaman KTP-el, penyakit Waandi tiba-tiba kambuh dan merepotkan banyak orang. Untuk memastikan kondisi Waandi stabil, sebelum berangkat terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Bidan Desa Doda Bahari bersama pihak Puskesmas Sangia Wambulu.

Keberangkatan Waandi dari Kantor Desa Doda Bahari ke Dinas Dukcapil Kabupaten Buteng di Lakudo, dilepas Kades Doda Bahari Abdul Hanis Anto bersama Kapolsek Sangia Wambulu Iptu Tri Nugroho dan Kepala Puskesmas Sangia Wambulu La Saluhu AMk dengan menggunakan mobil operasional Polsek Sangia Wambulu yang dipinjam pakaikan oleh Pemkab Buteng.

Waandi kemudian diantar Bhabinkamtibmas Rasyidin, Babinsa Desa Doda Bahari Serda Masnur, dan Kasi Kesra Desa Doda Bahari Hardiman. Tiba di Dinas Dukcapil Buteng, mereka diterima Kabid Kependudukan, Asri yang langsung melakukan proses perekaman KTP-el tanpa ada kendala.

Asri sendiri mengaku sangat mengapresiasi kinerja TNI/Polri bersama Pemdes Doda Bahari dan Puskesmas Sangia Wambulu dalam mengantar masyarakat yang tidak mampu atau miskin dan memiliki latar belakang atau riwayat penyakit Ayan (Epilepsi) untuk perekaman KTP-el agar terdaftar sebagai warga negara Indonesia.

Apresiasi juga dikemukakan Kepala Puskesmas Sangia Wambulu La Saluhu AMk atas perhatian besar Kades Doda Bahari Abdul Hanis Anto terhadap warganya yang tidak mampu alias miskin untuk memiliki KTP-el agar mendapat bantuan dari pemerintah, bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Doda Bahari.

Atas perhatian Kades dan kerja sama yang baik dengan mitranya tersebut, pihak Puskesmas Sangia Wambulu akan memfasilitasi dalam pengurusan Kartu Indonesia Sehat (KIS) terhadap Waandi dan saudaranya Rahima (63).

Kapolsek Sangia Wambulu, Iptu Tri Nugroho, mengatakan Kepolisian sendiri memiliki program Polisi Layani Warga-Layani Warga (Polawa-Lawa). "Hari ini program Polawa-Lawa kami laksanakan dalam bentuk giat melayani warga miskin di Desa Doda Bahari yang memiliki riwayat penyakit Ayan atau Epilepsi untuk mendapatkan KTP-el di Dinas Dikcapil, bekerja sama dengan Babinsa dan Pemdes setempat," tuturnya.

Tri Nugroho mengaku bersyukur, kegiatan Polawa-Lawa tersebut berjalan dengan lancar dan aman tanpa kendala. Apa yang dikhawatirkan pihaknya bersama Pemdes dan Babinsa tidak terjadi. "Ini berkat kerja sama yang baik juga pihak Puskesmas Sangia Wambulu dan Bidan Desa Doda Bahari yang pro aktif dalam memberikan pelayanan," singkatnya.

Di termpat yang sama, Kades Doda Bahari, Abdul Hanis Anto, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan dan kerja samanya dalam memperlancar kerja dan tugas Pemdes Doda Bahari dalam memberikan pelayanan maksimal kepada warganya, utamanya warga miskin dan tidak mampu.

Kades yang baru menjabat satu bulan lebih ini menuturkan, Waandi dan saudaranya Rahima selama ini tidak memiliki data kependudukan seperti KK dan KTP-el. Hal ini menyebabkan keduanya tidak bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pemerintah desa sendiri.

"Sekarang kita upayakan mereka memiliki KK dan KTP-el, supaya bila ada pendataan warga miskin bisa mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Raskin, dan lain-lain sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan pemerintah," papar Hanis.

Apalagi saat ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buteng mulai melakukan pendataan memeperbarui data lama yang kebanyakan sudah tidak tepat untuk masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT). "Dinsos Buteng sekarang mulai melakukan pendataan warga miskin. Rahima dan Waandi yang sudah memiliki data kependudukan sudah bisa masuk dalam DBT pusat. Kita harapkan, bila ada bantuan nantinya mereka juga bisa dapat seperti warga lainnya," pungkas Hanis.(uzi)