60 Unit Rumah Terbakar Korban Konflik Sosial Siap Dibangun

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menyiapkan anggaran Rp 3,4 miliar untuk membangun 60 unit rumah korban konflik sosial di Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang dibakar massa dari Desa Tolandona Matanaeo, Desember 2019 lalu.
Pembangunan 60 unit rumah tersebut mulai dikerjakan Maret 2020 dan ditargetkan selesai empat bulan kemudian. Hal itu diungkapkan Gubernur Sultra H Ali Mazi saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Buteng dan berkesempatan bertatap muka dengan masyarakat kedua desa yang bertikai di Desa Wadiabero, belum lama ini.
"Rumah para korban yang terbakar akan kita bangunkan kembali sebanyak 60 unit. Tapi, jangan berpikir untuk mendapatkan bantuan perumahan harus konflik dan bakar rumah. Cukup pertama dan terakhir di Kabupaten Buteng ini terjadi konflik sosial seperti Desa Wadiabero ini dengan Desa Tolandona Matanaeo beberapa waktu lalu," ungkap Ali Mazi.
Dalam kesempatan itu, Ali Mazi mengingatkan, saat ini Kabupaten Buteng dibawa kepemimpinan Samahuddin-La Ntau (SamaTau) lagi gencar-gencarnya membangun. Jangan konsentrasi mereka dirusak dengan konflik dan keributan, sebab itu akan menciptakan ketidaknyamanan. Akibatnya pertumbuhan ekonomi daerah akan mengalami kemunduran karena orang luar yang mau berinvestasi takut masuk di Buteng.
"Kabupaten Buteng ini dari dulu dikenal sebagai daerah agamis yang penuh dengan kesantunan, banyak melahirkan ulama dan kyai. Mestinya kalau ada persoalan, didudukan bersama mulai dari tingkat RT/RW, desa dan kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kabupaten. Bukan bakar membakar yang mengedepankan emosi, tetapi dengan kepala dingin dan kesabaran agar semua bisa hidup dengan tenang dan nyaman," nasehat Ali Mazi.
"Budaya leluhur dengan falsafah Poma-maasiaka harus dijunjung bersama, bukan porambi-rambitaka. Kalau mau uji kejagoan dan ketangkasan kita, jangan di kampung sendiri. Kalau kita jago, pergi di Timur Tengah sana. Sekarang, saatnya kita bersatu dan bahu membahu membangun daerah," ajak gubernur putera Buton ini.(uzi)