Catatan Kecil Tentang Virus Corona (TOVID-19) Dari Perspektif Epidemiologi

PUBLIKSATU, Tahun 2020 baru memasuki fase perkenalan, ketika cerita mengenai sejumlah kasus infeksi saluran pernafasan (pneumonia) mengkwatirkan muncul dari salah satu kota besar di negara cina yaitu WUHAN yang disebabkan oleh “coronavirus” baru yang misterius
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi saluran pernafasan , pada banyak kasus virus ini hanya menyebabkan infeksi pernafasan ringan, seperti flu, namun virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernafasan berat,seperti infeksi paru paru ( pneumonia), Middle east respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
Corona virus menjadi pandemic dunia
Awalnya, organisasi kesehatan dunia (WHO)memutuskan bahwa wabah ini bukan termasuk kategori darurat kesehatan global (PHEIC),
Namun, situasi berubah begitu cepat pada 30 januari penyakit ini dinyatakan oleh WHO sebagai keadaan darurat kesehatan global dan pada tanggal 11 maret lalu , WHO secara resmi menetapkan bahwa virus corona (COVID-19) pandemic
Apa itu pendemic
Salah satu efek dari meluasnya virus corona (Covid-19) adalah masyarakat mulai mencari tahu tentang istilah istilah tentang penyebaran penyakit yang masuk dalam kategori ilmu epidemiologi dan kesehatan masyarakat, mungkin yang banyak terdengar istialh wabah, epidemic, pendemic, tracking, cluster, suspect, dan CFR (case fatality rate) tapi kita tidak sedang untuk menelaah itu semua, tetapi kita sedang diperhadapkan dengan status pendemic, pendemic lebih terkait pada geografis penyebarannya atau kita sebut saja luasan daerah yang terjangkit, menurut WHO status pandemic ditetapkan jika suatu penyakit baru yang belum ada penangkal kekebalannya menyebar ke berbagai wilayah dunia tanpa diduga.
Tingkat risiko
Dari kemenkes RI jumlah kasus di indonesia yang telah diperiksa 1.592 orang,227 positif, 19 meninggal, 11 sembuh dan 1.342 negatif. Case fatality rate (CFR) atau angka kematiant dari kasus yang positif di Indonesia 8,3 % dan masuk kategori tinggi di bandingkan negara negara asia yang terjangkit virus. Case fatality Rate (CFR) global 3,9 % dan CFR tiongkok hamper sama dengan pandemic global 3,98%.
Jumlah kasus yang meningkat secara meluas (eksponensial) itu sebenarnya masuk kategori epidemic semu yang artinya semakin banyak laboratorium yang tersedia akan meningkatkan jumlah kasus karena akan semakin banyak sample yang akan terperiksa.
Pencegahan
Memutus mata rantai penularan menjadi kunci dalam upaya pencegahan pandemic covid-19, pengendalian perjalanan, pembatasan jarak social derta mengkarantinakan diri sendiri ( self quarantine) harus menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan pengendalian .Hentikan penularan dengan jangan kontak langsung dengan suspect maupun yang terinfeksi, perkuat immune tubuh, tingkatkan kebersihan tubuh dengan Pola hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), dan yang paling penting ikuti informasi yang benar.
Kebijakan