Berita Terkini
Opini

Ibnu Khaldun dan Trias Epidemiologi; Menimbang Wabah dan Peradaban (Bagian 2/habis)

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Jumat, 3 April 2020 23:11 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Ibnu Khaldun dan Trias Epidemiologi; Menimbang Wabah dan Peradaban (Bagian 2/habis)

Oleh: Sunarwan Asuhadi

(Alumni Ilmu Pengelolaan SDA dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor)

PUBLIKSATU, Saat ini, dunia masih dirundung sedih dan kepanikan akibat pandemi Covid-19. Sekitar 200 negara terdampak.

Covid-19 yang awalnya merupakan kasus endemik berubah menjadi epidemi di Wuhan, lalu bertransformasi menjadi pandemi di hampir seluruh dunia.

Perkembangan Covid-19 di Indonesia, menurut Dr. Irman Firmansyah, pakar Sistem Dinamik Nasional, diperkirakan akan menunjukkan beberapa keadaan, tergantung model kebijakan penanganan yang diterapkan.

Pertama, pada kondisi Business As Usual, diperkirakan jumlah kasus dengan titik maksimal sebanyak sekitar 15.000 kasus, dan puncak kasus pada hari ke 80 hingga ke 110, selanjutnya kasus mulai terjadi penurunan dengan lambat.

Kedua, penerapan kondisi moderat dengan himbauan kewaspadaan, penerapan protokol kesehatan termasuk Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), social distancing, penyemprotan disinfektan, ketercukupan alat kesehatan dan fasilitas kesehatan, penerapan Stay At Home atau Work From Home, dapat menahan laju dengan jumlah kasus maksimal sekitar 3.000-3.500 kasus yang terjadi, serta puncaknya pada hari ke 70-90, selanjutnya terjadi penurunan kasus secara lambat.

Ketiga, kondisi optimis selain dengan menerapkan kondisi moderat, juga peningkatan menjadi optimis serta penambahan kebijakan secara bersama dengan pilihan pembatasan wilayah atau regional partially closed down. Diperkirakan kasus maksimal hanya sebanyak 3.000 Kasus dan puncak kasus berada pada hari ke 45 sampai 65.

Bagikan