Dituding Terlantarkan Pasien PDP Hingga Meninggal, Dirut RSUD Buteng: Kendalanya APD
Bagikan

PUBLIKSATU - Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dituding menelantarkan pasien berusia tiga bulan yang didiagnosa berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 hingga meninggal dunia pada 07 April 2020 lalu.
Pasien bayi asal Desa Matara, Kecamatan Mawasangka tersebut awalnya dirawat di Puskesmas Mawasangka sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Buteng, setelah dilakukan skrining, bayi tersebut di diagnosa PDP.
"Dignosanya PDP, jadi sesuai protokol PDP, kita masukan di ruang isolasi tapi sudah ditangani," ungkap Dirut RSUD Buteng, Karyadi saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (10/04/2020)
Menurut Karyadi, pasien tersebut setelah tiba di RSUD telah mengalami dehidrasi berat sehingga pihak rumah sakit langsung memasangkan selang ke hidungnya untuk memasukan cairan.
"Dipasang infus tidak berhasil karena sudah dehidrasi berat, kemudian sudah dilakukan pemasangan selang di hidung untuk memasukan cairan supaya dehidrasinya cepat diatasi," tuturnya
Ia juga menjelaskan pada saat penanganan pasien tersebut pihaknya kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) sehingga langsung meminta dari Dinas Kesehatan setempat untuk mengirimkan APD namun alat tersebut tidak sesuai standar.
"Waktu itu kita kendalanya APD, karena itu kemungkinannya PDP jadi saya langsung kontak dinas kesehatan untuk mengirimkan APD, malam itu juga langsung diantar, namun sampai di rumah sakit APD itu diperiksa tidak memenuhi standar untuk penanganan PDP tersebut," terangnya.