Bupati Buteng dan Polsek Mastim Serahkan Bantuan Tanggap Darurat Korban Kebakaran

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada korban kebakaran Wa Mantena (75) yang rumahnya ludes dilalap si jago merah di Desa Batu Banawa, Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim) usai melayat atas meninggalnya salah satu tokoh di kecamatan tersebut, Selasa (22/4/2020).
Saat menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada Wa Mantena, bupati turut didampingi Sekda Buteng H Kostantinus Bukide, Kadis Sosial Malik, Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) Muh Yusuf, Plt Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Suhardin Djama Sukri, serta Kapolsek Mastim Ipda Musrifin.
Bupati Buteng H Samahuddin mengatakan bantuan tanggap darurat ini merupakan permulaan dan nanti setelah dilakukan verifikasi terhadap kerugian yang dialami, Pemkab Buteng melalui BPBD dan Dinas Perumahan akan membantu sesuai dengan kondisi keuangan daerah.
"Mudah-mudahan bantuan tanggap darurat ini dapat meringankan beban Ina kita Wa Mantena yang rumahnya hangus terbakar dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pasca musibah," singkat Samahuddin.
Kadis Sosial Malik menambahkan, bantuan tanggap darurat yang diserahkan bupati tersebut berupa beras, telur, indomie, alar-alat dapur, sarung atau selimut, tikar, dan tenda. "Bantuan tanggap darurat merupakan reaksi cepat dari pemerintah setelah mendapat laporan ada warga yang terkena bencana atau musibah," terangnya.
Bantuan yang diberikan pun sifatnya hanya sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari korban pasca musibah. "Nanti akan ada bantuan tambahan setelah dilakukan pendataan kerugian yang dialami korban. Kalau bantuan perumahan nanti menjadi urusan Dinas Perumahan," tandasnya.
Sebelumnya, korban Wa Mantena juga mendapat bantuan dari Polsek Mastim berupa sembako. Selain peduli pada korban, bantuan seperti ini merupakan program Polisi Berbagi (Polbagi) dari Polres Baubau terhadap masyarakat miskin yang terdampak pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).