Relasi RI Sebut, Anggaran Covid-19 Tak Berpihak pada Pendidikan
Bagikan

PUBLIKSATU, MUBAR - Penyebaran Corona Virus Disiase (Covid-19) di Indonesia benar-benar menyita perhatian pemerintah. Segala aktivitas lumpuh dan semua fokus pada penanganan wabah ini. Triliunan anggaran negara dikuras untuk kepentingan pencegahan penyebaran Virus Corona.
Sayangnya pengalokasian triliunan duit negara itu dinilai tidak menyentuh semua elemen. Salah satunya adalah dunia pendidikan bagi pelajar institusi perguruan tinggi. Hal ini disuarakan ketua Relawan Transformasi Indonesia (Relasi RI), Alimuddin Barakati.
"Pemerintah telah mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 cukup fantastis, yaitu sekitar 405 triliun. Namun sayang dalam pengalokasian penggunaan anggaran itu belum sama sekali menyentuh bidang pendidikan," ungkap Alimuddin.
Katanya, dampak Covid-19 ini melumpuhkan segala aktivitas. Banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi terkendala pembiayaan studi, apalagi bagi mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap. Pemerintah harusnya memporsikan anggaran tersendiri bagi pelajar yang tengah menjalani studi di bangku kuliah.
"Banyak teman-teman mahasiswa yang dari luar daerah mengejar studi di daerah orang terkendala dengan biaya. Misalnya mahasiswa pendatang di Jakarta dari daerah lain. Mereka mengeluh dengan kondisi saat ini yang serba keterbatasan. Sementara biaya pendidikan harus terpenuhi, belum lagi biaya kebutuhan hidup,"katanya.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Internal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini berharap agar pemerintah memperhatikan mutu pendidikan ditengah pandemi corona ini. Sebab, mereka bagian dari penerus pembangunan bangsa.
"RELASI RI akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar dalam alokasi anggaran penanganan Covid-19 diporsikan biaya pendidikan. RELASI berharap pemerintah merefisi regulasi dan memasukan unsur pendidikan dalam penggunaan anggaran penangan Covid-19," terangnya. (publiksatu)