Berita Terkini
Buteng

New Normal, Dinas Dikbud Buteng Tunggu Instruksi Kemendikbud Aktifkan Sekolah

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 17 Juni 2020 16:13 WIB · 2 menit baca
Bagikan
New Normal, Dinas Dikbud Buteng Tunggu Instruksi Kemendikbud Aktifkan Sekolah
Kadis Dikbud Kabupaten Buteng, Abdullah, saat diwawancara rekan media

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dalam penetapan pembukaan pelajaran di kelas selama penerapan tatanan normal baru (New Normal), masih menunggu instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kadis Dikbud Kabupaten Buteng, Abdullah, mengatakan saat ini seluruh institusi pendidikan sedang menunggu petunjuk dari Kemendikbud mengenai arahan sistem pembelajaran pada masa ajaran baru 2020/2021.

"Kita masih menunggu arahan dari Kemendikbud mengenai keputusan sekolah dibuka atau diaktifkan kembali dan mekanisme pembelajarannya," ungkap Abdullah, ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Ketua PGRI Kabupaten Buteng ini menambahkan, bila telah ada instruksi dari Kemendikbud, maka kewenangan dibuka kembalinya belajar di kelas milik sekolah masing-masing. Namun pihaknya berhak untuk melarang atau menutup kegiatan belajar mengajar tersebut bila kondisi tidak memungkinkan, karena fungsi dinas adalah pengawas.

Apalagi, kata Abdullah, saat ini Kabupaten Buteng masih dalam zona merah. Sehingga dibutuhkan pertimbangan lebih lanjut. Karena keselamatan tenaga pendidik, warga sekolah, terlebih bagi siswa yang merupakan penerus bangsa menjadi priorotas utama.

Abdullah menjelaskan, meski tahun ajaran baru akan segera dimulai, namun tidak berarti bahwa siswa harus masuk sekolah. Proses belajar mengajar paling tidak akan mengadopsi sistem selama pandemi Covid-19 sebelumnya. Dimana proses mengajar dilaksanakan secara online atau daring.

Namun, Abdullah mengaku sistem belajar online di wilayahnya tak berjalan efektif. Dikarenakan keterbatasan akses internet. “Untuk proses belajar para siswa selama diliburkan dilaksanakan dengan sistem penugasan. Para siswa diberikan tugas disertai dengan pemberian buku paket,” katanya.

Bagikan