Berita Terkini
Buteng

Perbatasan Buteng-Muna Siap Dibangun Pintu Gerbang Mirip di Wamengkoli

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 25 Juni 2020 13:49 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Perbatasan Buteng-Muna Siap Dibangun Pintu Gerbang Mirip di Wamengkoli
Bupati Buteng H Samahuddin saat mengukur lebar jalan yang akan dibangun pintu gerbang di Desa Lakapera.jpg

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Puas dengan pembangunan pintu gerbang bernuansa islami di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang terletak di Desa One Waara (Kecamatan Lakudo), Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi Tata Ruang, kembali menggelontorkan anggaran untuk pembangunan gerbang yang sama di Desa Lakapera (Kecamatan Gu), desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Muna.

Kepala Dinas (Kadis) Cipta Karya Bina Konstruksi Tata Ruang Pemprov Sultra, Pahri Yamsul, turun langsung ke Buteng meninjau lokasi pembangunan pintu gerbang di Desa Lakapera. Dalam peninjauan tersebut, Pahri didampingi Bupati Buteng H Samahuddin bersama sejumlah Kepala OPD.

Sebelum ke Desa Lakapera, Pahri bersama para staf terlebih dahulu mampir melihat hasil pembangunan pintu gerbang di Desa One Waara (Wamengkoli). "Gerbangnya sudah bagus, tinggal taman dan sekitarnya yang harus dibenahi, pemasangan lampu jalan (Lightning), dan perbaikan jalannya melalaui Bina Marga," nilai Pahri.

Dari perhitungannya, butuh anggaran sekitar Rp 1 miliar lebih untuk pembenahan pintu gerbang yang masih kurang tersebut. "Kalau pembenahan seperti taman, lightning dan jalan tengahnya butuh anggaran sekitar Rp 1 miliar lagi," sebut Pahri.

Terpisah, saat meninjau lokasi atau lahan pembangunan pintu gerbang di Desa Lakapera, Pahri mengaku model dan bentuk pintu gerbangnya nanti akan sama dengan yang sudah dibangun di Wamengkoli. "Lebar untuk jalan saja sekitar 22,5 untuk dua jalur dengan median tengahnya. Tapi, kalau mau dipercantik lagi dengan tamannya kita butuh lebar sekitar 30 meter," terangnya.

Anggaran untuk pembangunan pintu gerbang di Desa Lakapera ini akan diturunkan secara bertahap seperti halnya pembangunan pintu gerbang di Wamengkoli. "Tahap pertama ini sekitar Rp 1 miliar dan sudah dilakukan kontrak. Kalau lahannya sudah tidak ada masalah, biar besok kita sudah bisa kerja," timpalnya.

Fahri berharap, pembangunan pintu gerbang ini bukan hanya menjadi ikon Kabupaten Buteng saja tetapi mengandung nilai estetika dan memberikan dampak manfaat bagi warga sekitar. "Dengan adanya pintu gerbang perbatasan, orang bisa langsung mengetahui sudah masuk di daerah mana," pungkasnya.

Bagikan