Berita Terkini
Buteng

Letakan Batu Pertama Fondasi Pagar Seragam, Bupati Buteng Ingin Desa Wadiabero Tak Tertinggal

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 3 Juli 2020 13:09 WIB · 2 menit baca
Letakan Batu Pertama Fondasi Pagar Seragam, Bupati Buteng Ingin Desa Wadiabero Tak Tertinggal
Bupati Buteng H Samahuddin meletakan batu pertama pembangunan fondasi pagar seragam Desa Wadiabero.jpg

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Ditengah kesibukannya yang padat, Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin berkesempatan memenuhi undangan masyarakat Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, untuk meletakan batu pertama pembangunan fondasi pagar seragam desa mereka, Senin (2/7/2020).

Pembangunan fondasi pagar seragam ini, direncanakan sepanjang 690 meter yang menelan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) 2020 sebesar Rp 278.805.008. Target pelaksanaannya 90 hari kalender dengan pelaksana TPK Desa Wadiabero.

Mewakili Kades yang sementara sakit, Sekretaris Desa Wadiabero, Imran, mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada bupati atas kesempatan meluangkan waktunya menghadiri undangan peletakan batu pertama pembangunan fondasi pagar seragam desa mereka yang sederhana.

"Dengan bukti pembangunan yang sudah bapak torehkan selama menjadi bupati di Kabupaten Buteng, kami percaya dengan meletakan batu pertama fondasi pagar seragam hari ini, kedepannya Desa Wadiabero akan maju pesat dan tak tertinggal lagi sebagai desa paling ujung di Kecamatan Gu," tutur Imran.

Sekdes muda ini berharap, ditengah gencarnya bupati melakukan pembangunan di Kabupaten Buteng, desa mereka juga bisa tersentuh, baik pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat. "Tolong desa kami juga dimajukan sebagaimana desa lainnya yang sudah maju," harapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Samahuddin berjanji akan memajukan Desa Wadiabero asal bisa bekerja sama baik dengan pemerintah ketika pihaknya mencanangkan program pembangunan. "Jangan sedikit-sedikit ribut, akhirnya konsentrasi kita untuk mau membangun terganggu. Kalau sudah begitu, mendingan kita membangun di tempat lain," tuturnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Buteng ini, mengaku Pemkab Buteng sudah membuka akses jalan menuju perkantoran pemerintahan di Labungkari melalui Desa Wadiabero. Dengan dibukanya akses itu, Desa Wadiabero akan menjadi jalur lintas yang padat nantinya. Apalagi kalau pelabuhan kontainer di Wamengkoli sudah diaktifkan.